Home Berita Warga Menolak Penampungan Bagi 4 Orang Terinfeksi Virus Corona Di Paniai

Warga Menolak Penampungan Bagi 4 Orang Terinfeksi Virus Corona Di Paniai

180

PANIAI, JELATANP.com – Pemerintah Kabupaten Paniai memastikan tempat penampungan sementara bagi 4 orang Warga pendatang yang diisukan sudah terinfeksi Virus Corona yang naik dari Kabupaten Nabire pada hari Senin, (04/05/2020) kemarin sekitar pukul 2.30. wite. Beberapa komponen telah menolak.

Gabriel Adii Anggota DPRD Paniai meminta kepada masyarakat asli daerah bahwa tempat penampungan jangan izi untuk mencegah atau mengobati para pasien Corona di lingkungan sekitar kita.

“Ia dikatakan, dia juga anak asli daerah di Distrik Paniai Timur, Kelurahan Madi, sehingga menurutnya, perencanaan pemerintah yang akan tempati para pasien Corona di dalam Gedung perumahan Bupati itu kami menolak,” ucap Gabriel kepada Wartawan Senin, (04/05/20) kemarin.

Selain, warga setempat atau masyarakat Madi juga sudah konfirmasi kepada Pemda tentang penolakan, dan hingga mereka menutup pintu masuk serta pintu pagar. Pemalangan disertakan dengan papan nama tentang menolak untuk menerima penempatan bagi pasien Corona di dalam perumahan itu.

Menurut Demia Yogi pemuda Madi mengatakan kepada wartawan bahwa, kami seluruh pemuda anak asli daerah di Madi dengan tegas, pemerintah daerah jangan egois dalam hal ini, karena kami telah menolak untuk penampungan bagi orang terinfeksi Virus Corona di lokasi kami.

“Ia diminta, pemerintah harus upayakan penampungan di tempat lain, jangan disini, karena kami orang mee atau orang Papua tidak bisa tinggal dirumahnya sendiri, maunya jalan ke teman bahkan kepada keluarga lainnya jadi, jangan sampai kami bisa dapat Virus Corona,” pintanya.

Disela itu, kepala Distrik Paniai Timur Alfred Yogi menuturkan, entah itu orang tua, entah itu pemuda, dan entah itu anak kecil saya tidak dipilakan, warga Paniai sementara ini tidak sadar terhadap Corona (Covid-19), sehingga aktivitas setiap hari keluar rumah.

“Saya melihat para penggemar Judi dan Dadu di tengah Pasar setiap hari ramei, dan ada juga tempat perkumpulan orang diantara: di Gereja, di tempat Permainan selain judi. Oleh sebab itu, saya dan warga saya dengan tegas mengatakan, penempatan bagi pasien Corona kami menolak keras,” tegasnya.

Reporter : Boas/JNP
Editor : –