Home Artikel/Opini Upaya Meningkatkan Minat Baca Orang Papua

Upaya Meningkatkan Minat Baca Orang Papua

82

Oleh : Elka Mimin*

 

Membaca merupakan aktivitas yang melibatkan kemampuan kognitif dan mental untuk memahami isi yang  terkandung dalam sebuah tulisan. Dengan membaca setiap orang dapat   memahami informasi dan pengetahuan yang dimuat di dalam sumber bacaan. Aktivitas baca sangat penting bagi semua kalangan, baik anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Melalui  aktivitas membaca orang  akan memiliki kecerdasan yang terwujud dalam perubahan sikap, peningkatan keterampilan dan peluasan pengetahuan. Oleh karena itu,  minat baca sangat penting bagi kehidupan setiap orang.

Namun, berdasarkan data dari UNESCO minat baca orang Indonesia sangat memprihatinkan, yaitu hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca sedangkan 999  orang  memiliki minat baca rendah. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity (CCSU) pada Maret 2016 lalu berjudul World’s Most Literate Nations Ranked  (WMLNR) mengatakan minat baca orang Indonesia berada pada rangking 60 dari 61 negara setelah Botswana rangking 61 dan Thailand rangking 59.  Artinya bahwa Indonesia dan seluruh provinsi di dalamnya termasuk Papua sedang berada pada tingkat minat baca yang  rendah. Tentunya ini sangat memprihatinkan, karena  aktivitas baca  sangat penting dalam proses kehidupan manusia.

Meskipun secara infrastruktur seperti perpustakaan dan buku di Indonesia cukup namun dari segi minat baca masyarakat sangat rendah. Terlebih khusus di Tanah Papua, baik itu Provinsi Papua Barat maupun Provinsi Papua minat bacanya masih paling rendah. Selain itu perpustakaan dan ketersediaan buku masih sangat minim, terutama di kampung-kampung. Salah satunya di Kabupaten Pegunungan Bintang belum memiliki fasilitas perpustakaan dan buku bacaan masih sangat minim. Hal-hal ini yang memicu minat baca orang Papua, khususnya orang Pegunungan Bintang tergolong rendah. Untuk itu dibutuhkan upaya dari Pemerintah  Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dan seluruh masyarakat bekerjasama meningkatkan minat baca mulai dari  rumah (keluarga), sekolah dan pemerintahan.

Minat baca sangat penting untuk dibentuk terlebih dahulu sebelum melengkapi bahan bacaan lainnya. Seperti majalah, buku cerita dongeng maupun buku pelajaran lainnya. Karena  seseorang yang memiliki tingkat minat baca tinggi akan berupaya mencari sumber-sumber bacaan untuk dibaca. Tetapi seseorang yang memiliki minat baca rendah meskipun memiliki  sumber bacaan yang banyak namun dorongan untuk membaca akan sangat rendah. Artinya bahwa untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca perlu dilakukan aktivitas baca secara rutin. Karena aktivitas membaca yang dilakukan secara berulang-ulang setiap hari akan  membentuk budaya baca.

Untuk itu seluruh lapisan masyarakat Papua, baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat harus bekerjasama melakukan upaya-upaya kongkrit seperti 1) Mendorong setiap keluarga (orang tua) membentuk minat baca anak sejak dalam kandungan. Misalnya seorang ibu yang sedang hamil membiasakan dirinya untuk melakukan aktivitas membaca baik itu majalah, artikel maupun buku. Kemudian setelah anak lahir, aktivitas membaca terus dilakukan orangtua kepada anaknya, misalnya ayah atau ibu membantu anak membacakan buku kesukaannya atau buku cerita dongeng sebelum anak tidur. 2) Sekolah perlu menerapkan jam membaca khusus pada peserta didik dalam kelas selain di perpustakaan. 3). Pemerintah Daerah perlu meningkatkan  jumlah buku baik secara kuantitas maupun kualitas pada setiap perpustakaan. Terutama di daerah kampung yang susah dijangkau. 4). Pemeritah wajib memberikan apresiasi dalam bentuk  apapun kepada peserta didik  maupun masyarakat yang gemar membaca. 5). Pemerintah Daerah maupun akademisi melakukan program sosialisasi hingga  ke daerah pedalaman  tentang pentingnya membaca. Upaya-upaya tersebut di atas dapat dilakukan agar minat baca orang Papua semakin meningkat dan menjadi manusia yang cerdas secara sikap, keterampilan dan pengetahuan.

 

Referensi

https://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data (Diakses Tanggal 26 Mei 2020)

Penulis Adalah Anggota Aplim Apom Research Group(AARG)