Home Pers Rilis TPNPB-OPM Bertanggungjawab atas Penembakan 8 Anggota TNI di Intan Jaya Papua

TPNPB-OPM Bertanggungjawab atas Penembakan 8 Anggota TNI di Intan Jaya Papua

748

Siaran Pers KOMNAS TPNPB Per 19 Desember 2019.

Pimpinan Militer TPNPB-OPM yaitu Panglima Tinggi, Gen. Goliath Tabuni dan Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM, Mayjen Lekagak Telenggen mengatakan bertanggungjawab atas peristiwa Penembakan terhadap 8 Anggota TNI di Kabupaten Intan Jaya, dan laporan ini telah dikirim langsung kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM oleh staff khusus TPNPB-OPM yang memiliki kewenangan dalam pelaporan perang.

Laporan Pimpinan TPNPB-OPM adalah rekaman suara audio Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, dimana beliau menjelaskan semua kejadian di Intan Jaya. Artinya bahwa, TPNPB-OPM lakukan Penembakan karena TNI/POLRI telah lakukan penembakan membabi buta di perkampuangan masyarakat civil. Dan akibat dari arogansi Militer dan Polisi Indonesia ini, maka masyarakat civil mengungsi ke tempat-tempat Aman wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Dalam laporannya mengatakan bahwa, sekarang ini suasana Natal, tapi kehadiran Militer dan Polisi Indonesia yang berlebihan ini mengacaukan situasi di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Untuk lebih jelasnya silakan ikuti laporan Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM Mayjen Lekagak Telenggen dibawah ini:

Hari Sabtu tanggal 14 Desember 2019 tepat pukul 9:32 TNI/POLRI drop pasukan tempur ke salah satu titik yaitu kampung Beoga menggunakan 4 helikopter.

Dan pada hari yang sama TNI/POLRI lakukan pendoropan pasukan tempur dari Timika ke Intan Jaya, menggunakan 7 Helikopter dan 3 pesawat penumpang. Dan pasukan tempur milik TNI/POLRI setelah tiba di Ibukota Kabupaten Intan Jaya diarahkan langsung ke salah satu kampung, yaitu kampung Bulapa.

Selanjutnya, pada hari Minggu tanggal 15 Desember 2019, TNI/POLRI lakukan pendropan menggunakan Helikopter ke Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya sebanyak 10 kali ke kampung Beoga, dan 6 kali penerbangan pendoropan TNI/POLRI rute penerbangan dari Nabire ke Kabupaten Intan Jaya dan juga rute berikut dari Kabupaten Timika ke Kabupaten Intan Jaya lakukan pendoropan Pasukan dalam jumlah besar.

Hari Senin pada tangal 16 Desember 2019, tepat pukul 09:23 waktu Papua,  TNI POLRI lakukan pendoropan pasukan tempur di beberapa titik di kabupaten Intan Jaya yaitu, titik pertama di Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya dan titik kedua di kampung Beoga dan titik ke tiga di kampung Bulapa.

Pada saat pendoropan TNI/Polri dari hari Sabtu sampai dengan hari Minggu, Pasukan TPNPB-OPM yaitu beberapa KODAP yang ada di Kabupaten Intan Jaya siapkan pasukan masing- masing dengan tujuan untuk melakukan perlawanan, namun hari Sabtu dan hari Minggu tidak lakukan serangan atau baku tembak, baik dari pihak Militer dan Polisi Indonesia maupun  oleh TPNPB-OPM sendiri.

Tentara pembebasn Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka Bersama Rakyat Papua di Kabupaten Intan Jaya pada hari Senin tangal 16 Desember 2019 sedang melakukan persiapan perayaan Natal, namun di tengah-tengah suasana itu, terdengar bunyi tembakan kiri kanan, baik dari udara maupun dari darat sehingga rakyat di Kabupaten Intan Jaya cari tempat perlindungan masing-masing untuk selamatkan diri dari serangan yang telah dilakukan oleh pihak musuh yaitu Militer dan Polisi Indonesia.

Saat itu terjadi serangan brutal yang telah dilakukan oleh Militer dan Polisi Indonesai, dan TNI/Polri berhasil menangkap salah satu pendeta dan salah satu pemuda, namun Pasukan TPNPB-OPM berhasil selamatkan mereka dari tangan musuh yaitu Militer dan Polisi Indonesia.

Dalam hal ini, Pimpinan TPNPB-OPM dibawah komando Gen. Goliath Tabuni perintahkan kepada Mayjen Lekagak Telenggen selaku Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM dengan tujuan untuk lakukan serangan balik ke pihak musuh yaitu Militer dan Polisi Indonesia.

Saat itu juga Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen perintahkan beberapa KODAP yang sudah ada di Kabupaten Intan Jaya, yaitu KODAP Sinak, KODAP Yambi, KODAP Ilaga dan tuan rumah KODAP Kemabu Intan Jaya, lakukan serangan terhadap pasukan Militer dan Polisi Indonesia dan Pasukan TPNPB-OPM telah berhasil menembak 8 anggota Militer dan Polisi Indonesia.

Dan dua diantara 8 anggota Militer Indoensia yang gugur dalam pertempuran itu adalah penembak jitu berpangkat bintang satu telah gugur.

Dan juga 2 mayat sementara belum di evakuasi sisa dari 8 anggota itu sudah devakuasi. Dan mayat  mereka di evakuasi di Rumah sakit umum milik pemerintah daerah di Timika atau  RSUD di SP 4 timika.

Evakuasi Mayat telah dilakukan pada hari Selasa tanggal 18 Desember 2019 2019, mengunakan (3) helikopter milik TNI.

Dan selanjutnya TNI/Polri  kembali melakukan evakuasi (2) mayat, namun Pasukan TPNPB-OPM lakukan penembakan terhadap (3) helicopter dan pada akhirnya bodi helikopter pun sasaran peluru milik TPN PB atau telah tertembak, sehingga hari selasa 18 Desember 2019 kemarin Militer dan Polisi Indonesia tidak berhasil melakukan evakuasi dan mayat (2) anggota Militer Indonesia masih ada di tangan TPNPB-OPM.

Dan selanjutnya, pendoropan anggota Militer dan Polisi Indonesia alustita mulai melalukan pendoropan, dan hal ini  semakin hari semakin banyak di Kabupaten Intan Jaya, Papua namun kami TPNPB-OPM Komando Nasional siap hadapi Militer dan Polisi Indonesia kapan pun dan di mana saja, baik siang hari atau pun pada malam hari sampai dengan PAPUA MERDEKA.

KOMNAS-TPNPB-OPM-Page 4 of 4

Kalau PAPUA belum MERDEKA, kami TPNPB-OPM tidak akan berhenti Perang, namun Perang terus sampai Papua Merdeka Penuh dari Tangan Pemerintah Kolonial Republik Indonesia.

Pesan Pimpinan Militer TPNPB-OPM bahwa Bulan Desember adalah bulan yang istimewa bagi umat Kristiani di seluruh lapisan muka bumi ini, maka kami dari TPNPB-OPM Komando Nasional bersama rakyat di Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Nduga, Kabupaten Lani Jaya dan seluruh Papua sedang persiapan menyambut kedatangan YESUS KRISTUS adalah sang Juru selamat umat manusia di muka bumi ini, terlebih khusus di tanah PAPUA.

Maka PERESIDEN INDONESIA dan petinggi MILITER INDONESIA GUBERNUR PAPUA dan PAPUA BARAT segera STOP PENDOROPAN MILITER DI PROPINSI PAPUA dan PAPUA BARAT.

Dan hari ini adalah hari Rabu tangal 19 Desember 2019, Pasukan Militer Indonesian dan Pasukan TPNPB-OPM sedang lakuan baku tembak di Ugimba mura, Italipa dan sekitar nya.

Dan perang terus berjalan, maka kami mohon pantauan dari semua pihak, yaitu oleh:   1. Semua Pimpinan Gereja di seluruh Dunia; 2. Semua LSM HAM di seluruh Dunia;  3. PBB; 4.  dan juga oleh semua Pimpinan Gereja di papua.

Demikian Siaran Pers KOMNA TPNPB-OPM, dan markas Pusat TPNPB-OPM bertanggungjawab atas laporan ini.

Dikeluarkan dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM pada tanggal 19 Desember 2019, dan diteruskan kepada semua Journalist dan juga disampaikan kepada semua pihak yang peduli akan kemanusiaan oleh Jubir TPNPB-OPM Tuan Sebby Sambom.