Home Pers Rilis TPNPB: Indonesia Tidak Jujur Terhadap Anggota Brimob yang Mati Tertembak Hingga Kini...

TPNPB: Indonesia Tidak Jujur Terhadap Anggota Brimob yang Mati Tertembak Hingga Kini sedang Membusuk di Hutan Intan Jaya

9
0

Satu Anggota Brimob yang telah ditembak mati oleh Pasukan TPNPB -OPM sedang membusuk dan Pemerintah Indonesia tidak evakuasi Mayat Korban dan ini sangat biadab karena Pemerintah Indonesia tidak bertanggungjawab atas mayat korban anggota pasukan mereka.

Pada hari Sabtu tanggal 4  Januari 2020 Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM telah terima laporan yang dikirim langsung oleh Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), di mana dalam laporan itu telah dilampirkan semua bukti-bukti yaitu foto dan video saat perang TPNPB lawan Pasukan Kemanan Indonesia di Intan Jaya, West Papua.

Laporan ini merupakan laporan Perang yang telah dan sedang dilakukan oleh Pasukan TPNPB-OPM VS Pasukan Keamanan Indonesia di Kabupaten Intan Jaya – Papua, yang mana perang telah dimulai dari sejak 17 Desember 2019 sampai kini (5 Januari 2020).

TPNPB-OPM dibawah Pimpinan Wakil Panglima Komando Daerah Pertahanan VIII, Sabianus Waker mangatakan, bahwa, “mereka telah membunuh satu anggota Pasukan Keamanan Indonesia, tapi hingga saat ini Pemerintah bersama Pasukan Keamanannya tidak megevakuasi mayat tersebut, dan ini sangat biadab karena mereka tidak bertanggungjawab atas tertembaknya anggota mereka.”

Mengapa? Karena Anggota Pasukan keamanan Indonesia telah kami tembak mati, tapi pemerintah Indonesia tidak bertanggungjawab atas mayat korban itu.

“Oleh Karena itu Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM minta kepada Pemerintah Kolonial Republik Indonesia untuk tidak mengirim Pasukan anda ke territory West Papua, karena Kami akan tembak lebih banyak lagi, namun kami kwatir dan kemungkinan Pemerintah Indonesia tidak akan bertanggung jawab atas  korban anggota anda.

Bukti dari mayat anggota Brimob yang membusuk ini adalah fakta nyata, oleh karena itu Pemerintah Kolonial Republik Indonesia bersama Pasukan Keamanan Anda segera berhenti melakukan penipuan kepada public secara national dan juga intrenasional melalui media propaganda murahan.

Satu foto bukti mayat anggota Pasukan Kemanan Indonesia sedang busuk di hutan antara Grasberg dan Kampung Ugimpa dan seorang masyarakat Orang Asli Papua terluka, karena Pasukan Kemanan Indonesia telah melakukan serangan dengan menggunakan rocket Bazooka di Pemukiman Masyarakat yaitu kompleks Gereja pada tangga 22 Desember 2019 lalu.

Berikut ada foto barang milik korban Anggota Pasukan Keamanan Indonesia terlampir, dan juga video saat baku tembak. Semuanya Kami sudah lengkapi, dan baru saja Kami kirim. Oleh karena itu komandan Sebby sebagai Jubir TPNPB-OPM boleh umumkan supaya dunia dapat mengethauinya atas Perang Pembebasan Nasional yang kami lakukan di Kabupaten Intan Jaya-Papua.

Dilaporkan oleh Staff Khusus KOMNAS TPNPB-OPM, dari Kabupaten Intan Jaya-Papua.

Kami juga telah terima laporan bahwa, pada Hari Jumat tanggal 3 Januari 2020, Pasukan Keamanan Indonesia telah melakukan serangan udara di pemukiman Masyarakat Civil yaitu di Kampung Ugimpa, Kabupaten Intan Jaya-Provinsi Papua.

Pada Hari Jumat, tanggal 3 Januari 2020 pukul 8:00 pagi Waktu Papua anggota TNI angkatan Udara/darat dengan helikopter telah lakukan seranga rocket jenis Bazzoka, di district Ugimpa Kabupaten Intan Jaya, dan pada peristiwa ini Pasukan Keamanan Indonesia telah melakukan tembakan 6 buah rocket Bazzoka tapi satupun tidak meledak.

Rocket-rocket ini jatuh di halaman Gereja dan rumah masyarakat, ini adalah kejahatan Pasukan keamanan Indonesia di Papua, oleh karena itu mohon beritakan ke seluruh dunia.

Dengan melihat kejahatan Pasukan Kemanan Indonesia ini, maka kami minta kepada Pemerintah Kolonial Republik Indonesia untuk tidak lakukan serangan dengan menggunakan Rocket Bazzoka di Pemukiman Masyarakat civil di wilayah Kabupaten Intan Jaya-Papua.

Dan dalam hal ini, Kami juga Minta Perhatian Oleh PBB karena Pasukan Keamanan Indonesia telah dan sedang lakukan serangan udara yang mana menembakan Rokcet-rocket Bazzoka di Pemukiman Masyarakat civil, yang akibatnya msayarakay menjadi Korban.

Untuk dapat diketahuinya bahwa Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM umumkan penanggung Jawab Perang di wilayah Grasberg dan Ugimpa.

Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) yang perang di wilayah Ugimpa 20 kilo meter dari Grasberg dan di Kampung Butigapa yang Bertangungjawab adalah wakil Panglima TPNPB Komando Daerah Pertahanan VIII Sabinus Waker, dan Komandan Operasi yaitu Gusby waker, serta Anto Kelabua waker; juga staff komndan Operasi yaitu Nou Tidakjadi waker, Guanus Tabuni yaitu komandan kompi A, Oni Kobogau komandan Kompi B dan pasukannya. Nama-nama tersebut di atas ini adalah nereka yang bertanggung jawab dan melakukan perang di wilayah Grasberg dan Ugimpa.

Dan juga nama-nama pimpinan TPNPB-OPM yang bertanggungjawab di Wilayah Kampung Gulapa, Distrik Intan Jaya kota yaitu, “TANDI KOGOYA Komandan Batalyon; Undius Kogoya staff Komandan Operasi dan wakil komandan operasi yaitu Karel Tipagau, serta Komandan Operasi Batalyon yaitu Ruben Kobogau, Dan juga Komndan Batalyon Gulapa Yoswa Maisani.

Nama-nama Pimpinan TPNPB di atas ini adalah yang bertanggungjawab atas Perang Pembebasan Nasional di Wilayah Kampung Gulapa, Kabupaten Intan Jaya-Provinsi Papua.

Laporan ini dikeluarkan dari Manajemen Markas Pusat Komando Nasional, Tantara Ppembebasan Nasional Papua Barat dari Organisasi Papua Meredeka pada Tanggal 5 Januari 2020 dan Markas Pusat TPNPB-OPM bertanggungjawab atas laporan ini.

Dan dapat diteruskan kepada semua Journalis dari berbagai Media di seluruh Dunia. Dan juga disampaikan kepada semua Pekerja HAM di seluruh dunia oleh Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Tuan Sebby Sambom.