Home Nasional TNI dan PT Freeport Indonesia MoU Pengamanan

TNI dan PT Freeport Indonesia MoU Pengamanan

1251

Dogiyai, Jelatanp.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan PT Freeport Indonesia melakukan Nota Kesepahaman (MoU) dalam hal pengamanan wilayah dan kegiatan Freeport, di Timika, Papua. Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (HC) Hadi Tjahjanto, SIP bersama Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Clayton Allen Wenas, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/12/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa MoU dengan PT Freeport Indonesia dikategorikan sebagai Obyek Vital Nasional yang berperan strategis. Lokasi usaha tambang PT. Freeport Indonesia berada di daerah yang sangat sulit, sulit dan unik di Timika, Papua. Disamping itu ada bahaya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan keamanan yang bereskalasi rawan serta perlindungan fluktuatif. Oleh karena itu, diperlukan persetujuan pengamanan yang lengkap dan sinergi antara TNI dan PT Freeport Indonesia.

Sesuai dengan Undang-Undang TNI No. 34 tahun 2004, TNI adalah alat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melaksanakan tugas Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Melalui Perang (OMSP), yang dilakukan dengan bantuan apa saja dengan tujuan Vital Nasional yang bersifat strategis.

Untuk mengalihkan PT Freeport Indonesia sebagai Obyek Vital Nasional yang strategis, TNI dapat melakukan operasi dengan sepenuhnya bekerja sama dengan Polri.

Terkait membahas bersama TNI mewakili unit yang membahas tentang tugas di medan-perang dengan ciri khas seperti lokasi pertambangan PT Freeport. Selain itu, unit-TNI yang terdiri dari tiga matra dapat melakukan operasi gabungan untuk menjalankan tugas gabungan. Terkait membantu pengamanan PTFI yang merupakan Obyek Vital Nasional.

Dengan adanya MoU dibidang pengamanan ini, maka TNI akan dapat mengoptimalkan unit TNI yang terdekat dengan lokasi PT Freeport seperti unit Kogabwilhan III yang baru dibentuk, yang juga termasuk wilayah operasional PT Freeport Indonesia. Kogabwilhan membuat agar TNI dapat mengerjakan tugas pokoknya dengan lebih lengkap dan dengan menghitung faktor geografis Indonesia.

Autentikasi:
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman

Jelata News Papua/Aleks