Home Puisi Teman dalam Hutan Belantara

Teman dalam Hutan Belantara

74

Kaki berpijak melangkah maju
Tertatih di lereng gunung
Entah kemana arah kutempuh
Tanyaku pada alam itu
Jawabnya, Entahlah…

Angin sepoi-sepoi menyapaku tanpa khawatir
Mencoba bermain dengan buluh rambutku yang tipis nyaris tak terlihat itu
Akupun terhening menanya,
betapa alam ciptaan Ilahi begitu menyatu padu dengan manusia
Jawabnya, Entahlah,

Kepingan batu kian membakar kaki
berdarah bagai seorang gadis ditinggal sang kekasih menjerit
Panas dan hujan bukanlah penghalang jalan
Pedih hati namun aku terus melangkah maju

Jemari memegang erat sebatang rokok
dan segelas air putih
Itulah teman di hutan belantara

Oleh: Krido