Home Lapago Tanggapan seorang Gembala terhadap Pidato Bupati Lanny Jaya

Tanggapan seorang Gembala terhadap Pidato Bupati Lanny Jaya

113

Lanny Jaya, jelatanp.com – Terkait beredarnya cuplikan video pidato bupati Lanny Jaya pada momen perayaan HUT NKRI ke-57 di Halaman Kantor Bupati Lanny Jaya pada 17 Agustus 2020 kemarin, ditanggapi seorang Gembala Jemaat.

Dalam cuplikan videonya bupati Lanny Jaya mengatakan, masyarakat Lanny Jaya harus bersyukur kepada Tuhan atas hadirnya NKRI di Lanny Jaya, karena hadirnya NKRI, maka semua pembangunan dalam segala aspek bisa berjalan.

Selain itu, bupati Befa mengatakan, ‘semua masyarakat dan mahasiswa jangan menolak Otsus karena Dana 30 M yang diberikan itu kamu sudah menikmati, sebagai orang yang menikmati otsus itu kita harus bersyukur, bila tidak bersyukur dan menolak, maka hukum karma berlaku itu berbahaya untuk kamu.’

Hal itu ditanggapi seorang Gembala, Bapak Derius Kogoya, S.Th. Menurut beliau, orang Lanny Jaya punya sumber Kehidupan dari sejak dulu,orang Lanny hidup damai, aman dan memiliki segalanya.

Hal ini disampaikannya melalui pesan Elektronik pada 18/08/20 kepada media ini.

“Saya mananggapi pidato bupati Lanny Jaya pada saat HUT NKRI tentang OtSus. Kata Lani ini perlu belajar dan mengerti baik. Kata Lani adalah merdeka, mandiri, otonom, bebas. Masyarakat Lani Jaya punya tanah,punya hasil bumi, punya hutan, punya air, apa yang susah. Orang Lani tanpa Otsus bisa hidup, orang Lani hidup bukan tergantung pada Otsus. Orang Lani dipimpin dan dijaga bukan  oleh NKRI,bukan Garuda, bukan pula OStus. Orang Papua hidup karena Tuhan dan hidup karena tanah. Anda pejabat-pejabat orang asli Papua bicara pantas karena kamu hidup tergantung pada Garuda dan Otsus. Anda berbicara bukan kepentingan manusia, tetapi berbicara kepentingan dirimu sendiri dan kepentingan uang dan kedudukan,” tegasnya.

Lanjutnya, “tanggapan ini saya tulis bukan teguran, tapi saya melihat keluhan umat Tuhan di Papua dan lebih khusunya di Lanny Jaya atas kehadiran Otsus yang selama ini tak menjamin kesejahteraan dan kenyamanan hidup Rakyat Papua.”

Reporter: Akia Wenda