Home Lingkungan Tanah itu Mama Kita

Tanah itu Mama Kita

57

Oleh: Sepi Wanimbo Angginak, S. IP,. M. KPJ
Kita bersyukur kepada Tuhan. Karena Allah telah menciptakan langit dan bumi serta isinya sangat luar biasa semuanya lengkap tidak ada yang kurang dan kita manusia juga di ciptakan dengan gambar dan rupa Allah sendiri, melalui debu tanah atau melalui tanah liat.
Di dalam tanahnya ada tumbuh – tumbuhan yang hijau, pohon – pohonan menghasilkan buah yang berbiji dan ternak seperti babi, ayam, kelinci, sapi, domba burung – burung di udarah dan kambing serta ternak lainnya
Tidak hanya itu tetapi juga di dalam tanah juga ada air bersih seperti air laut, air sungai di dalam airnya ada ikan – ikan, udang dan binatang lain.
Juga beberapa ternak dan buah – buahan tak di sebut satu persatu semuanya hidup sehat dan baik ini karena tanah yang subur dan air laut, atau air sungai begitu bersih.
Dan kami manusia ini diciptakan berasal dari debu tanah atau dari tanah liat sesuai gambar dan rupa Allah sendiri.
Karena itu tanah ini adalah ibu kita atau mama kita yang melahirkan kita, yang membesarkan kita menjadi orang – orang hebat, terdidik, terpelajar, terhormat dan terpandang di mata Tuhan dan di mata dunia.
Dan di dalam tanahnya ada ubi – ubian, sayur – sayuran, buah – buahan, singkong, keladi dan lain sebagainya.
Juga seperti babi, ayam, kelinci, ikan, udang, sapi, domba dan ternak lainnya yang saya tidak sebut satu – persatu.
Melalui hasil tanah yang sangat kaya – raya ini tentu kita setiap saat menikmati hasilnya sehingga kita manusia hidup sehat, bersih dan baik.
Saya yakin 100% dengan cara yang mudah hasil dari tanah yang subur ini bisa jual jadikan uang lalu melengkapi kebutuhan ekonomi, makan dan minum setiap saat, membangun rumah sehat, mendukung program pelayanan gereja dan membiayai anak sekolah.
Sebab itu tanah kita ini adalah mama kita, ibu kita, kelansungan hidup kita, sehingga stop jual mamamu sendiri, stop jual ibumu sendiri, stop jual kelangsungan hidupmu sendiri.
Tetapi jaga mamamu sendiri, jaga ibumu sendiri dan jaga kelangsungan hidupmu sendiri.

Karena kita manusia bisa melahirkan dan binatang bisa beranak tetapi ingat tanahmu itu tidak bisa melahirkan atau beranak.
Dan saya punya pertanyaan sederhana, seketika kita jual tanah atau jual mamamu, ibumu, kelangsungan hidupmu sendiri anak, cucu kita 10 – 20 tahun akan kemana atau hidup dimana.
Karena realita hari ini terjadi di luar Papua telah menjual tanahnya sendiri, mamanya sendiri, ibunya sendiri, kelangsungan hidupnya sendiri, habis – habisan lalu hidup di bawah kolom jembatan, dan jadi pengemis, pengamen artinya tukang minta – minta di jalan hidupnya tidak benar dan tidak punya harapan masa depan yang baik.
Sehingga bagi warga West Papua, rambut keriting, kulit hitam jaga tanahmu, jaga ibumu, jaga mamamu dan jaga kelangsungan hidupmu dengan baik untuk menjadi tuan diatas tanah dan negeri yang Allah kasih ini.
Seperti yang telah dikeukakan dan didambakan selama ini oleh bapak Uskup Keuskupan Timika, Yohanes Philip Saklil, Pr perlu didukung dan ditindaklanjuti oleh berbagai elemen
“Orang Papua bisa hidup tanpa uang, tetapi orang Papua tidak bisa hidup tanpa Tanah

Penulis adalah Ketua Pemuda Baptis di tanah Papua