Home Meepago SRP Kabupaten Dogiyai akan Gelar Mimbar Bebas Tolak Otsus Jilid II

SRP Kabupaten Dogiyai akan Gelar Mimbar Bebas Tolak Otsus Jilid II

141

Dogiyai, jelatanp.com – Solidaritas Rakyat Papua (SRP) Kabupaten Dogiyai yang terdiri dari Dewan Adat, KNPB, SRPBM, PRD, TPN OPM, TPNPB, OMK, AMKI, Anak Terminal, KAPP, PGRI, KNPI, dan para Kepala Suku telah mengeluarkan sebuah Seruan untuk melakukan Mimbar Bebas Penolakan Otonomi Khusus di Papua.

Dalam selebaran itu dinyatakan, Seruan Mimbar Bebas Penolakan Otsus tersebut akan dilakukan di Lapangan Sepak Bola Theo Makai pada Senin, 24 Agustus 2020, pukul 9 pagi.

SRP di Kabupaten Dogiyai dalam seruan tersebut menyatakan, Otonomi Khusus (Otsus) di Papua lahir dan hadir sebagai tawaran terhadap menguatnya Politik Papua Merdeka kala itu. Maka melalui Tim 100 dari Papua yang hadir di Istana Jakarta diberi 2 tawaran politik, yakni Merdeka dan Otonomi Khusus.

‘Saat Tim 100 dari Papua menemui Jakarta, Jakarta justrus memberikan Otonomi Khusus, bukan Merdeka dengan maksus agar orang Papua hidup aman, damai, sejahtera, bersekolah dengan baik.’

SRP di Kabupaten Dogiyai menilai, selama 19 tahun Otsus berjalan di Papua, ada banyak indikator yang menunjukan Implementasi Otsus di Papua gagal total.

‘Ada beberapa contoh ketidakberhasilan Otsus seperti masih ada DPR non-Papua yang terpilih, masih ada calon Kepala Daerah non-Papua, tidak ada tempat untuk kelola Dana Otsus (Badan Pengelola Keuangan Otsus) di Papua, masih ada non-Papua yang lulus Tes CPNSD, tidak ada Polisi Adat di Papua,  tidak ada Lambang dan Bendera Kultural orang Papua, tidak ada Lembaga Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM di Papua, dll.’

Oleh sebab itu, dalam seruannya, SRP mengajak seluruh Rakyat Papua di Dogiyai untuk hadir menyatakan sikap melalui Penandatanganan Penolakan Otsus Jilid II melalui Petisi Rakyat Papua yang akan diluncurkan di Lapangan Terbuka, Lapangan Theo Makai Kampung Ekemanida, Dogiyai, Papua.

Mimbar Bebas itu merupakan aksi damai, maka itu SRP melarang massa aksi membawa alat tajam dan senjata (seperti ketapel, senjata api, parang, pisau, dll), mengonsumsi miras dalam bentuk apapun, dan melakukan tindakan-tindakan anarkis terhadap sesama manusia.

 (Jelata News Papua/Ibogoo)