Home Sosial Politik Ribuan Rakyat Gelar Aksi Damai Menolak Kehadiran Polres di Dogiyai

Ribuan Rakyat Gelar Aksi Damai Menolak Kehadiran Polres di Dogiyai

128
Ribuan Rakyat Dogiyai sedang berjalan kaki menuju Kantor DPRD Kabupaten Dogiyai Foto Aleks/JNP

DOGIYAI, JELATANP.COM – Dari berbagai Organisasi dan Lembaga yang ada di kabupaten Dogiyai bersama Solidaritas Rakyat Papua di Kabupaten Dogiyai melakukan Aksi Demo Damai Menolak wacana kehadiran Polres di Dogiyai (22/02/21).

Massa aksi damai ini datang dari tiga titik kumpul yang berbeda, yakni titik kumpul satu di Jembatan kali Mauwa untuk Rakyat dari arah Kamuu Selatan dan Kamuu Tengah, kedua titik kumpul di depan RSUD Pratama Dogiyai untuk Rakyat dari Kamuu Timur dan Kamuu Utara sedangkan rakyat dari kamuu barat dan Mapiha titik kumpul di Depan Kantor DPRD.

Aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat bersama beberapa organisasi dan lembaga Masyarakat ini dalam rangka menolak wacana kehadiran Polres di Kabupaten Dogiyai.

Dalam aksi tersebut, Ketua kordinator Solidaritas Rakyat Papua di Dogiyai Benny Goo menyatakan, “Sangat tidak wajar apabila wacana pemekaran Polres di Kabupaten Dogiyai ini benar terjadi”.

“Di Kabupaten Dogiyai ini tidak wajar sekali untuk menghadirkan atau mekarkan Polres, “Kata Benny.

Menurut Benny, ” di Dogiyai ini tidak ada dasar hukumnya yang kuat untuk mekarkan Polres, dia tidak sesuai dengan UU Kapolri tahun 2014 yang mana menyatakan bahwa pemekaran Polres salah satu syaratnya adalah, harus ada dukungan yang datang dari Masyarakat setempat, dan di kabupaten Dogiyai sementara hanya dua Polsek, ini tidak memenuhi syarat, dan yang perlu diketahui oleh semua pihak adalah, yang rencana mau mekarkan Polres itu apabila selalu terjadi masalah mengganggu Kabtibmas di daerah ini, “jelasny.

Lanjut Goo, “berdasarkan beberapa poin yang sudah tertuang dalam UU Polri, Solidaritas Rakyat Papua di Kabupaten Dogiyai bersama Rakyat tegas menolak rencana kehadiran Polres di Dogiyai”.

Beberapa hal yang disampaikan Kordinator Solidaritas Rakyat Papua di Kabupaten Dogiyai diatas, Kapolsek Kamuu Maikel Ayomi menanggapi, dirinya membenarkan apa yang disampaikan Kordinator Solidaritas Rakyat Papua di Kabupaten Dogiyai bahwa “benar Kabupaten Dogiyai tidak pantas untuk mekarkan Polres”. Pihaknya siap akan meneruskan aspirasi masyarakat kepada atasannya untuk membatalkan rencana kehadiran Polres di Dogiyai.

Selain itu Kapolsek Moanemani memberikan apresiasi kepada Rakyat Dogiyai, menurut Kapolsek Kamuu setiap kali warga melakukan Aksi Demo Damai seperti saat ini, Warga tidak pernah melakukan aksi anarkis, “kata Kapolsek Moanemani depan Kantor DPRD kabupaten Dogiyai ditengah ribuan massa aksi.

Kapolsek Moanemani berharap kepada rakyat agar kedepan bisa cipta Dogiyai yang selalu aman dan Kondusif. Jika kita tidak ingin hadir Polres di Dogiyai.

Menurut beliau, “apabila kita mengganggu aktivitas Kabtibmas Kabupaten Dogiyai, yang jelas, wacana kehadiran Polres itu kemungkinan besar bisa dipercepat hadirkan di Dogiyai, “katanya.

Pantauan awak media ini, ” aspirasi masyarakat langsung diterima oleh DPRD bersama Kapolsek Moanemani”.

Seusainya telah bersepakat, Kehadiran Polres di Kabupaten Dogiyai akan dibatalkan berdasarkan tidak memenuhinya syarat-syarat kehadiran Polres di suatu daerah sesuai UU POLRI tentang Pemekaran Polres baru.