Home Meepago Ribuan Massa SRP Kabupaten Dogiyai Menolak Otsus Jilid II

Ribuan Massa SRP Kabupaten Dogiyai Menolak Otsus Jilid II

866

Dogiyai, jelatanp.com – Sekitar 8.000-an massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Papua (SRP) Kabupaten Dogiyai dengan tegas menolak perpanjangan OtsusJilid II dengan menandatangani petisi penolakan pada kain putih berukuran 30 meter di LapanganUmum Theo Makai, Kampung Ekemanida Dogiyai, pada Senin (24/8).

Ribuan massa aksi yang datang terdiri dari berbagai elemen masyarakat di KabupatenDogiyai. Tak hanya masyarakat akar rumput, tetapi hadir juga para Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Anak Sekolah, aktivis-aktivis HAM, lembaga-lembaga kemasyarakatan, dan organisasi-organisasi pergerakan kemerdekaan Papua Barat.

Dari pantauan media ini, sejak pagi suasana Kota Moanemani benar-benar sepi. Kios-kios, warung-warung makan, dan warung internet tak dibuka sebagaimana biasanya walau dalam selebaran yang dibagikan seminggu sebelunya dinyatakan aksi damai. Beberapa mama pasar yang datang pun melipat alas jualan untuk menghargai jalannya demonstrasi damai tersebut. Begitu pula beberapa sekolah yang ada di Jantung Kota Dogiyai diliburkan. Ribuan massa aksi dari berbagai penjuru datang dengan semangat dan damai walau beberapa jam sebelum orasi-orasi politik dan penandatanganan petisi penolakan Otsus Jilid II digelar di lapangan terbuka, hujan mengguyur Kota Moanemani dan sekitarnya. Rupanya manusia dan alam Dogiyai turut mendukung.

Sekitar pukul 10 pagi SRP, yang di dalamnya terdiri 17 organisasi dan lembaga kemasyarakatan mulai menyampaikan orasi-orasi politiknya, yang pada intinya dengan tegas menolak Otsus Jilid II. Mereka menyampaikan Otsus yang berjalan selama 19 tahun belakangan ini gagal total karena pemerintah pusat tidak pernah mengimplementasikan pasal-pasal yang terdapat dalam UU No. 21 Tahun 2001.

Akhirnya, SRP Kabupaten Dogiyai membacakan 5 poin pernyataan sikapnya, yakni:
1. Kami menolak dengan tegas seluruh istilah, kebijakan, dan bentuk apapun seperti Otonomi Khusus Jilid II, Otonomi Khusus Plus, Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat, dan lain-lain yang sifatnya memperpanjang pemberlakuan Otonomi Khusus di territorial West Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat).
2. Kami mengutuk dan menolak dengan tegas seluruh cara, agenda, dan bentuk kompromi sepihak dalam pembahasan dan keputusan yang mengatasnamakan rakyat West Papua selaku subyek dan obyek seluruh persoalan Papua terutama dalam perpanjangan Otonomi Khusus di West Papua.
3. Segera berikan ruang dan waktu kepada rakyat West Papua untuk memilih dan menentukan nasibnya sendiri untuk menguji apakah Rakyat West Papua memilih bersama NKRI, Otonomi Khusus atau Merdeka sebagai sebuah Negara West Papua.
4. Kami mendukung 1,8 juta Rakyat Papua yang telah menandatangani Petisi pada tahun 2017 yang meminta supervise internasional dalam penentuan nasib sendiri di West Papua.
5. Bila Pernyataan Petisi Rakyat Papua poin 1, 2 dan 3 tidak ditanggapi serius oleh Negara Indonesia, maka Rakyat West Papua siap melakukan Mogok Sipil Nasional (MSN) secara damai, bermartabat dan terhormat di seluruh Tanah Air West Papua.

Pernyataan sikap petisi SRP Kabupaten Dogiyai tersebut didukung oleh beberapa organisasi dan lembaga kemasyarakatan, diantaranya: Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Parlemen Rakyat Daerah (PRD), Organisasi Papua Merdeka dan Tentara Pembebasan Nasional (OPM dan TPN), Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB), Dewan Adat Papua (DAP), Lembaga Penelitian dan Pengkajian Papua (LP3), Asosiasi Wartawan Dogiyai (AWD), Orang MudaKatolik (OMK), Asosiasi Mahasiswa Kristen Injili (AMKI), Solidaritas Perempuan Papua (SPP), para Kepala Suku se-Kabupaten Dogiyai, Forum Persatuan Pemuda Terminal Dogiyai (FPPTD), Solidaritas Rakyat Papua Peduli Budaya Mee (SRPBM), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Dogiyai, dan PM3D.

Sekedar untuk diketahui, untuk tahap awal, massa aksi juga melakukan ebamukai untuk menggalang dana yang diminta Pemerintah Indonesia kepada Veronica Koman dan mereka mengumpulkan Rp. 22. 000. 000 dan semeninggu kedepan mereka juga akan terus menggalang dana tersebut.