Home Artikel/Opini Refleksi Satrio Piningit, Antara Penantian dan Kemunculan

Refleksi Satrio Piningit, Antara Penantian dan Kemunculan

52

OPNI – Kemunculannya sering dikaitkan dengan politik, ia adalah sosok yang akan memimpin Nusantara, dan digambarkan sebagai pemimpin yang ada di dalam pemerintahan. Tiap masa, gambaran sosok tersebut mengikuti situasi atau peradaban saat itu, dan tentunya, antara masa satu dengan masa yang lain, berbeda versi.

Padahal, ia adalah “raja tanpa mahkota”, dalam artian ia tidak berada dalam lingkaran kekuasaan manapun, seperti Bupati, Gubernur maupun Presiden. Ia tidak pernah dan tidak akan berkuasa di dalam pemerintahan, apalagi sampai merebut kekuasaan.

Jadi, ia tidak mengontrol atau mengendalikan pemerintahan setingkat apapun, baik kabupaten atau kota, propinsi hingga negara. Namun, ia hanya memimpin manusia Nusantara untuk bangkit dari keterpurukan, di luar lingkaran kekuasaan atau pemerintahan.

Dialah Satrio Piningit, yang selalu dinantikan sebagian orang, dan digadang-gadang bakal muncul, apalagi ketika pagebluk menghantam atau masa dimana situasi maupun kondisi dirasakan suram. Dari berbagai sudut pandang menyebutkan, dialah sosok yang akan membawa keluar dari keterpurukan atau kemerosotan, menuju era keemasan.

Satrio Piningit muncul secara tiba-tiba, bukan “step by step”, dan Ia muncul tanpa diketahui maupun dikenal sebelumnya, dalam artian rekam jejaknya kabur atau tidak jelas. Selain rekam jejak, riwayat keluarganya juga tidak diketahui, latarbelakangnya apa, dan berasal darimana.

Senjatanya adalah perkataannya, bukan peluru, bukan granat, dan bukan rudal. Tidak ada tank, tidak pesawat tempur, serta tidak ada kapal perang dibelakangnya, yang ada hanya kebijakan dan kebajikan, karena ia memimpin secara damai tanpa kekerasan.Red/Basiyo

BERSAMBUNG