Home Berita Polisi Penjaga Posko C-19 Depan RSUD Madi Halangi Wartawan Untuk Aksesnya

Polisi Penjaga Posko C-19 Depan RSUD Madi Halangi Wartawan Untuk Aksesnya

307

PANIAI, JELATAP.com – Boas Yoni M. Yogi (jurnalis JNP) polisi melarang untuk akses yang akan menjalankan tugas sebagai Wartawan di Paniai, pada hari Kamis, (21/05/2020) pekan kemarin.

Polisi menghalangi dan melarang wartawan yang menjalankan tugas di Paniai. Pelarangan liputan itu polisi penjagaan Posko C-19 atau para penjaga Pemalangan jalan raya Madi Waghetei di Uwibutu Madi depan RSUD kabupaten Paniai.

Satu wartawan yang dilarang oleh polisi untuk meliput itu adalah Boas Yani M. Yogi (jurnalis JNP) dari Posko pencegahan Covid-19. Saat itu mereka mengatakan bahwa, kalo mau keluar atau meliput berita harus ada surat keluar dari Bupati.

Namun beberapa saat kemudian, serombongan polisi mendekat, dan mencoba mendorong Jurnalis ke belakang dengan paksa untuk membatasi akses Wartawan.

Intel dan sejumlah polisi kembali menghalangi, hingga berdebat dengan Yogi. Polisi memaki dan mengucapkan kata-kata kotor, dan menyebut Yogi, dan Wartawan tidak jelas. Polisi bahkan memegang kartu Wartawan dengan sembarang dibolak-balikkan dari lehernya.

LAWAN JURNALIS!!
Kejadian tersebut dalam beberapa hari terakhir ini. Namun dihalangi Akses untuk tugas para PERS (Jurnalis) adalah Militer yang bertugas sebagai Penjaga Posko Covid-19 di depan RSUD Uwibutu Madi di Kabupaten Paniai.

Hal ini, yang menjadi pertanyaan ialah, apakah ini memang sesuai aturan atau sesuai surat edaran Bupati yang melarang untuk akses bagi Jurnalis, sehingga mereka memperlakukan tindakan tersebut terhadap Jurnalis yang akan menjalankan tugas untuk meliput kegiatan.

Namun itu, hal yang dilakukan oleh militer ini, kalo diarekturkan untuk para PERS (Jurnalis) dalam surat edaran Bupati pun juga, untuk para PERS (Jurnalis) tidak boleh di batasi, karena mereka adalah peziarah informasi publik yang sudah dilindungi oleh Kode Etik Jurnalis.

Indonesia harus bebaskan jurnalis, agar mereka meliput apa yang telah terjadi di lapangan bahkan kejadian di lingkungan masyarakat yang sampai kini masih terdiam karena tindakan anarkis oleh militer.

Reporter : Boas/JNP
Editor : –