Home Pers Rilis Pernyataan Sikap Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee di Dogiyai terkait Rencana Kehadiran...

Pernyataan Sikap Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee di Dogiyai terkait Rencana Kehadiran Polres

31

SOLIDARITAS RAKYAT PEDULI BUDAYA MEE DI DOGIYAI

SIARAN PERS
NOMOR: 523/009/SIPERS/2020

PERNYATAAN SIKAP

PENOLAKAN MENGHADIRKAN MARKAS KEPOLISIAN RESORT DI KABUPATEN DOGIYAI

Setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Dogiyai mengumumkan secara resmi di via media social bahwa dirinya dikagetkan atas akan mendirikan Markas Kepolisian Resort (MAPOLRES) di Kabupaten Dogiyai atas persetujuan Pemerintah Esekutif Kabupaten Dogiyai. Maka, Masyarakat Kabupaten Dogiyai dari 79 Kampung dari 10 Distrik sudah melakukan kordinasi, diskusi dan komitmen bersama di Moanemani, Di dalam pertemuannya tidak ada pro dan kontra tentang MAPOLRES di Dogiyai, semuanya menyatakan TOLAK POLRES di Dogiyai. Alasan dan hasil pertemuan masyarakat Dogiyai menolak MAPOLRES di Dogiyai adalah sebagai berikut:
1. Masyarakat Dogiyai menilai dan mempertimbangkan kelayakan kelayakan mendirikan Mapolres Dogiyai, dalam hasil penilaian dan pertimbangan kelayakannya, MAPOLRES tidak memenuhi syarat dan tidak layak di Dogiyai karena:
a. Kelayakan Geografis, Jalan Trans Papua yang berjarak 200 Km antara Nabire dan Dogiyai sudah bagus dan teraspal, tak seburuk dulu, Jalan terjal dan jurang. Kini sudah bagus dan kecepatan tempuhnya hanya membutuhkan 5 Jam sehingga fungsi keamanan Kepolisian dalam pengawasan, pengontrolan dan pengamanan dapat dijalankan dibawah MAPOLRES Nabire;
b. Kelayakan Kriteria, Kriteria menurut Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pembentukan dan Peningkatan Status Kesatuan Kewilayahan Pasal 5 sudah tidak memenuhi adalah sbb:
*Pasal 5 ayat 1 point b, perkembangan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama 3 tahun terakhir cendurung meningkat baik berkaitan dengan kriminalitas, lalu lintas dan kerawanan lainnya. Point ini Masyarakat Dogiyai telah melihat kembali perkembangan selama 3 Tahun terakhir di Dogiyai bahwa Tahun 2018, 2019 dan 2020 di Dogiyai belum ada gangguan keamanan, Kriminalitas dan kerawanan lainnya. Kecuali terjadi kecelakaan lalu lintas di Ekimani bulan Feruari 2020.
*Pasal 5 ayat 1 point h, untuk pemmbentukan Polres paling sedikit membawahi 4 wilayah hukum Polsek. Point ini masyarakat Dogiyai menilai bahwa Dogiyai hanya 2 Polsek sehingga tidak memenuhi syarat. Lagi pula, masih belum ada Polsubsektor;
*Pasal 5 Ayat 1 point i, adanya dukungan dari Pimpinan dari lebih atas. Ini masyarakat menilai bahwa sekalipun Pimpinan Esekutif mendukung tetapi Pimpinan Legislatif dan Pimpinan Masyarakat Adat belum memberikan dukungan;
*Pasal 5 ayat 1 point h, adanya dukungan dari masyarakat; hal ini masyarakat Dogiyai dari 79 Kampung semua menolak.
c.Ketersediaan Lokasi, sampai hari ini, Polsek Moanemani dan Polres Nabire belum memiliki Tanah seluas 5 Hektar di Dogiyai untuk memenuhi persyaratan pembentukan kesatuan status kesatuan kewilayahan. Tanah yang ada di Dogiyai hanya milik Masyarakat Adat di Dogiyai;

2. Masyarakat Dogiyai telah sepakat untuk tidak turun jalan untuk aksi damai karena mengcegah dari Virus Corona tetapi kesepakatan mereka harus sampaikan melalui siaran pers;

3. Masyarak Dogiyai setelah menilai kiriteria dan syarat pembentukan kesatuan status kewilayahan POLRES di Dogiyai tidak memenuhi, maka Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee menyatakan sikap dengan tegas bahwa:
Masyarakat Dogiyai, MENOLAK Pembentukan Kesatuan MAPOLRES di Dogiyai;
Kami menyampaikan kepada masyarakat Dogiyai tidak serahkan dan Menjual Tanah kepada siapa pun orangnya;
Untuk menghindari Corona Virus Disease (COVID-19), diharapakan kepada mayarakat agar kembali ke Dusun masing-masing jaga Hutan, Kebun, Tanah, Pohon, Sungai, Pasir, Batu kita masing masing. Kita harus mengisolasikan diri di Rumah, Aktifkan dan Nyalakan Tungku Api masing masing sebab itulah satu satunya cara mengcegah COVID-19.
Demikian Pernyataan Sikap kami, atas Perhatian dan Kerja Sama Kami Ucapkan terima Kasih banyak.

Kigamani, 17 Maret 2020.
Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee di Dogiyai

Benediktus Goo
Ketua