Home Artikel/Opini Pentingnya Menjaga Spesies Di Hutan Pegunungan Bintang

Pentingnya Menjaga Spesies Di Hutan Pegunungan Bintang

178

Oleh Marsico N. Sitokdana*

Pegunungan Bintang memiliki potensi hutan yang kaya dengan berbagai macam jenis spesies, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Salah satunya pohon sebagai tempat hunian mikroorganisme dan zat kimia farmakologi yang bisa transformasikan menjadi obat kosmetika dan pangan yang lebih tinggi nilainya. Pohon juga termasuk salah satu tumbuhan utama untuk melindungi  dan menahan tanah sehingga tidak terjadi bencana alam. Namun akhir-akhir ini pohon ditebang sembarang untuk kepentingan pembangunan daerah dan investasi ekonomi tanpa perhitungan yang matang sehingga mengancam kerberlangsungan hidup organisme, termasuk manusia.  Penebangan pohon secara  berlebihan tersebut tentu memberikan dampak terhadap lingkungan setempat, seperti erosi  longsor, banjir kekeringan dan berdampak juga berkurangnya spesies  hewan. Oleh karena itu upaya dan tindakan preventif perlu dilakukan oleh semua komponen, terutama Pemerintah Daerah agar tidak meninggalkan permasalahan di masa mendatang. Perlindungan terhadap hutan serta isinya menjadi tolak ukur kinerja pemerintah yang pro terhadap lingkungan guna menyelamatkan dunia dari berbagai macam bencana alam.

Salah satu langkah strategis dan taksis yang mesti dilakukan Pemerintah Daerah adalah kebijakan dan program-program perlindungan dan sadar lingkungan hidup. Untuk jangka panjang, Pemerintah Daerah perlu membuat Peraturan Daerah atau Peraturan Bupati untuk hutan lindung dan hutan sakral, termasuk perlindungan terhadap satwa liar yang terancam punah. Pemerintah mesti membuat taman atau ekowisata. Taman dan ekowisata akan memberikan banyak manfaat selain melindungan keanekaragaman spesies  dan hutan yang alami, ekowisata ini akan membuka pelung penelitian dan pengembangan terutama di bidang Farmasi. Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah Pendapatan Asli Daerah dan peningkatan pergerakan kegiatan perekonomian sehingga dapat berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain tergantung kepada alam, masyarakat juga didorong untuk membudidayakan taman di alam bebas. Tanaman lokal yang berpotensi untuk dibudidayakan seperti buah merah (Pandanus conoideus) yang mengandung banyak anti oksida dan betakaroten, buah pandan (Pandanus golabus) atau masyarakat lokal menyebut  Ewen, berbagai sayur mayur yang mengandung vitamin,  serta tumbuhan lainnya.  Ada juga berbagai  spesies   burung endemik seperti burung cenderawasih, burung garuda, burung elang, burung merpati, burung kakatua, burung taon-taon, burung nuri, kasuari, dan sebagainya. Berbagai binatang mamalia dan reptil yang khas dan endemik, seperti kadal, duri mata merah, bunglon, naga hitam, katak, kadal pasifik dan bermacam-macam spesies  ular rawa dan bakau. Semua hewan dan tumbuh-tumbuhan ini perlu di jaga dan dikembangkan baik.

Namun seiring dengan perkembangan pembangunan di Pegunungan Bintang  keanekagraman hayati tersebut semakin berkurang akibat kegiatan pembalakan liar, membuka ladang dalam skala yang besar dan berburu terus menerus. Oleh karena itu, penulis memberikan beberapa saran solutif untuk melindungi spesies  di alam Pegunungan Bintang, antara lain:

Pertama, masyarakat adat dan Pemerintah Pegunungan Bintang harus tegas membatasi perusahan-perusahan pemegang konsesi hutan. Jika ada perusahaan yang sudah beroperasi harus di batasi agar tetap beroperasi di wilayah yang diizinkan.

Kedua, memberikan hak sepenuhnya kepada masyarakat adat Pegunungan Bintang untuk mengolah hasil hutan sehingga memberikan manfaat dan penghidupan kepada pemilik hak ulayat. Memfasilitasi  mereka mengelola sumber daya alam yang ada sesuai pembagian otoritas wilayah adat yang sudah ada sejak turun-temurun.

Ketiga, mengembangkan ekowisata sebagai cara untuk menyelamatkan spesies  tumbuh-tumbuhan dan hewan. Jika ekowisata dikembangkan baik bisa menjadi salah satu rujukan destinasi wisata hijau di Papua yang mendatangkan wisatawan lokal maupun internasional. Dengan demikian masyarakat dan Pemerintah Daerah akan mendapatkan manfaat pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, Menjadikan hutan Pegunungan Bintang sebagai apotek hidup dan mendatangkan ilmuwan-ilmuwan bidang Farmasi untuk melakukan penelitian dan pengembangan obat-obatan.

Keempat, Memberikan pelatihan–pelatihan khusus kepada para pelaku ekowisata atau pelaku peduli hutan dan spesies  Pegunungan Bintang supaya melestarikan dan mengembangkan potensi tersebut sebagai sumber peronomian masyarakat dan mendatangkan manfaat bagi daerah dalam bentuk PAD.

.

*Penulis adalah Anggota Aplim Apom Research Group (AARG)