Home Artikel/Opini Pentingnya Meja Makan dalam Membangun Nilai Kebersamaan

Pentingnya Meja Makan dalam Membangun Nilai Kebersamaan

116

Oleh:  Yonson Ningdana

Membentuk sikap hidup bersama untuk dunia yang serba instan ini sangatlah sulit. Mengapa? Sebab, dalam hidup keseharian kita begitu banyak hal yang hadir untuk menawarkan kita. Setiap saat kita menjumpai tawaran-tawaran seperti lihat aku, beli aku, makan aku, jual aku dan sebagainya. Secara kongkrit kita menjumpai tawaran-tawaran ini di tempat umum, seperti di pinggir jalan raya, di bandara, di pelabuhan, di mall atau terlebih di dalam handphone kita. Semua tawaran-tawaran ini mengarahkan kita pada indivinualisme dengan tujuan untuk memanjakan. Ke-aku-anlah yang nampak dan mendominasi diri kita. Sehingga, semua yang kita pikirkan, ucapkan dan lakukan mengarah pada tujuan dan niat keberhasilan untuk kepuasan diri sendiri. Misalkan dalam keluarga atau komunitas kita, kita mementingkan ego, sehingga jarang hadir dalam makan bersama, kita sibuk melihat tawaran-tawaran atau sebaliknya menawarakn tawaran-tawaran yang menyita waktu kebersamaan dan lain-lain. Semua ini seolah-olah mengambil ruang dan waktu kita. Kita tidak sadar kalau diperbudak dari karya cipta kita yang semestinya membantu memudahkan kita untuk membangun kebersamaan yang kuat dan solid.

Membangun kebersamaan itu penting. Mengapa? Sebab sehebat-hebatnya kita pasti dalam satu sisi kita membutukan bantuan orang lain dan sebaliknya orang lain membutuhkan bantuan kita. Sehingga, untuk saling melengkapi kekurangan-kekurangan itu, kita perlu membangun relasi yang baik. Salah satu momen yang tepat untuk membangun relasi yang baik ialah waktu makan bersama. Dalam makan bersama kita dihadapkan pada kenyataan ruang dan waktu yang sama. Bukan sebaliknya kita dihadapkan dengan ruang dan waktu yang berbeda. Sehingga apa yang kita pikirkan bisa ungkapkan secara nyata dan tepat pada sasaran.

Meja adalah tempat dimana orang merasakan keakraban. Di sekitar meja itu, kita saling menemukan dan mengenal. Meja adalah tempat di mana kita berdoa. Di situ kita bertanya “Bagaimana keadaanmu hari ini?” di situ kita makan dan minum bersama dan berkata, “ayo, tambah sedikit lagi”. Di situ, dikisahkan cerita-cerita baik yang lama maupun yang baru. Di situ, kita tersenyum dan tertawa, Meja juga merupakan tempat di mana jarak dirasakan dengan cara yang amat menyakitkan. Di situ, anak-anak merasakan tegangan yang ada di antara orangtua; disitu pula saudara-saudari mengungkapkan rasa marah dan iri mereka; di situ tuduhan-tuduhan diucapkan dan tidak jarang piring dan cangkir menjadi alat kekerasan. Di sekitar meja, kita dapat merasakan apakah yang adalah persahabatan dan komunitas, ataukah rasa benci dan perpecahan. Justru karena meja adalah tempat di mana keakraban seluruh anggota keluarga dapat dialami, meja juga menjadi tempat di mana tidak adanya keakraban paling jelas tampak secara menyakitkan. Meja adalah tempat keakraban tetapi juga sekaligus tempat yang membuat hidup pahit. Sebuah meja makan itu penting karena karena disitulah semua anggota keluarga ataupun komunitas berkumpul demi membangun dan menciptakan persahabatan, keramahan, dan kebaikan hati yang sejati dapat diungkapkan dan diwujudkan serta menyadari akan pentingnya kebersamaan dalam makan bersama.

Penulis adalah Calon Mahasiswa STFT Fajar Timur, Jayapura