Home Artikel/Opini Pendidikan Tak Hanya Pengetahuan, Tetapi Juga Skill

Pendidikan Tak Hanya Pengetahuan, Tetapi Juga Skill

77
0

Oleh: Emanuel Goo

Pendidikan kini menjadi masalah utama bagi manusia dalam menentukan masa depannya. Pendidikan itu menjadi hal utama yang harus diketengakan dalam penanganannya.

Problem dalam dunia pendidikan harus dibahas atau harus jelih melihatnya supaya masalah itu harus ditangani.

Masalah pendidikan tidak bisa dibiarkan kepada satu atau dua orang dalam menanganinya. Tantangan dunia pendidikan akan kita persoalkan bila tidak tangani secara maksimal.

Nilai dan makna dari pendidikan itu akan terlihat jelas bila pendidikan itu ditangani secara maksimal.

Tanggungjawab dalam dunia pendidikan bukan hanya bagi mereka yang menjadi pemimpin di tingkatan sekolah itu atau di luar dari sekolah itu. Melainkan itu tanggung jawab semua pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan itu.

Maju dan mundurnya sebuah pendidikan akan terlihat ketika sekolah itu menghasilkan manusia yang berbobot. Baik keintelektualan dalam dunia pengetahuan maupun skilnya.

Orang yang pintar tidak tentu  punya skilnya, juga orang yang punya  skill  tidak tentu memiliki pengetahuan yang luas. Skill menjadi keterampilan orang untuk berbuat sesuatu sesuai dengan yang ia miliki.

Pengerahuan tidak membawa orang juga kepada keberhasilan. Tantangan zaman dalam dunia pendidikan saat ini adalah pengetahuan lebih diutamakan ketimbang skill. Sekalipun itu sekolah kejuruan.

Sementara tuntutan sekolah kejuruan adalah bagaimana membuat orang itu punya skill sesuai jurusan pilihan anak didik. Maka itu, dituntut agar berusaha semaksimal mungkin supaya ia menjadi orang yang bisa menciptakan lapangan kerja, bekerja dan menghasilkan sesuatu sesuai dengan jurusannya.

Maka pendidikan kejuruan punya tugas utama adalah bagaimana mereka belajar memahami dan mendalami akan pendidikan yang lebih berorientasi kepada meningkatkan skilnya, bukan semata pengetahuan.

Dunia pendidikan membutuhkan sebuah terobosan baru. Bersyukur bahwa mentri pendidikan baru mulai mengambil langka memudahkan guru dan murid dalam proses pelaksanaan pendidikan.

Terobosan baru yang sedang dirancang oleh mentri pendidikan itu menantang guru kepada bagaimana menjalankan pendidikan sesuai dengan yang bisa dipahami oleh anak-anak. Bukan sesuai dengan yang dipahami oleh guru sehingga memaksakan anak bagaimana mendalaminya.

Hal besar yang akan menjadi masalah adalah antara tekanan batin moral. Jika benar bahwa penentuan kelulusan itu diberikan kewenangan kepada guru dan karyawan di sekolah.

Penentuan kelulusan itu membebani setiap guru dalam mengambil keputusan penentuan. Semoga di sana tidak terjadi manipulasi adalah harapan bersama kita semua.

Hal yang mungkin sering nyata adalah banyak guru yang tidak mau mendengar anak-anak mereka jatuh karena ujian nasional. Sejumlah anak, guru, orang tua mencari imformasi untuk mendapatkan kunci jawaban. Juga sebelum ujian, ada banyak sekolah yang berjuang supaya nilai anak-anak mereka harus naik tinggi untuk mengejar nilai standar kelulusan. Maka nilai yang diberikan oleh guru kepada anak-anak itu saja tidak melalui prosedur yang benar, atau tidak melalui ujian remedial sebagai perbaikan nilai.

Bagus jika nilainya lebih dari ketuntasan sesuai dengan prosedur yang benar. Jika mendapatkan nilai itu melalui proses yang tidak benar, maka yang jelas dengan nilai itu membuat mereka menjadi tidak berdaya. Bahkan memaksakan mereka untuk selesai di waktu yang belum siap ke jenjang berikutnya.

Membuat pendidikan itu yang menghidupkan bersama bagi banyak orang sebenarnya menjadi hal yang patut digaris bawahi. Penentuan kelulusan tidak berdasarkan pada nilai, melainkan kemampuan yang mereka miliki bila itu sekolah kejuruan.

Mereka harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui sedalam mungkin sesuai jurusannya yang mereka tekuni supaya mereka harus berjuang menjalankan kehidupan mereka ketika mereka selesai dari pendidikannya.

Salam berjuang menghidupkan pendidikan di setiap jenjang sesuai dengan keberadaan dan potensinya.

Penulis adalah Pewarta dan Guru di Nabire.