Home Artikel/Opini Pendidikan Generasi Milenial Dalam Situasi Pandemi Covid-19

Pendidikan Generasi Milenial Dalam Situasi Pandemi Covid-19

287

Oleh: Efendi Minai

Adanya penyebaran terinfeksi virus corona (covid-19) tahun 2020 secara global menyebabkan kematian manusia melonjat hingga berjuta orang dalam waktu singkat, terhitung dari awal terjankit virus di wuhan (China) pada tahun 2019 hingga tahun 2020. Sehingga wabah covid-19 merupakan wabah yang benar-benar kecam terhadap manusia, akhirnya karantinakan seluruh aktivitas beralih dirumah, agar nyaman aktivitasnya. Selain itu, pendidikan juga kebutuhan dalam kehidupan manusia.

Pendidikan bagian dari kewajiban seseorang untuk mendapatkanya. Pendidikan formal ataupun non-formal berhak mendapatkan bagi warga negara untuk memajukan sumber daya manusia  (SDM), dan dengan berkembangnya teknologi-teknologi bermodern di era digitar, maka generasi milenial berperan penting dalam aspek apa saja. Peran generasi milenial adalah terbarukan teknologi-teknologi modern dan bergaya hidup modern dengan kemandirian generasi.

Apa yang terbarukan oleh generasi milenial? Tentu meningkatkan ide-ide kreaktif, imajinasi-imajinasi yang bisa berkembang membantu sesama dalam kehidupan sosial. Mengapa membantu sesama? Jawabannya, karena dengan adanya covid 19 manusia seluruh dunia dikarantinakan, sehingga peran penting bagi generasi milenial untuk meningkatkan pengetahuan manusia, ide-ide kreaktif bisa berbagi lewat komunitas literasi, diskusi-diskusi, creator youtuber, dan juga membuka onlinesshop.

Akhir-akhir ditengah wabah covid 19, beberapa pemuda papua berperan aktif di komunitas gerakan papua mengajar membangun literasi adalah hal yang baik untuk pemuda dan kumunitas lain. Selain itu, teman-teman yang berpartisipasi dalam perlombaan edugasi untuk menangani virus corona di uncen satu bulan lalu, dan teman-teman yang mendramakan video penyebaran virus di beberapa youtober juga sangat baik untuk membantu masyarakat dalam hal pengetahuan dan juga pencegahannya.

Dengan demikian, untuk membantu menangani covid 19 pemerintah perlu melihatkan generasi milenial yang berpikir positif untuk melihat masalah covid 19 ini. Karena diera digitar generasi milenial realitanya sangat kreaktif untuk perubahan-perubahan revolusionel dalam aspek aspek apa saja khususnya pendidikan. Untuk itu, keterlibatan pemuda milenial sangat membutuhkan dalam partisipan.

Peran Pelajar dan Mahasiswa

Keberadaan pendidikan Indonesia  saat ini, sangat perihatin dan bisa dikatakan pendidikan tidak merata sabang hingga merauke. Dengan demikian, realita di Indonesia daerah terpencil seperti jawa barat, papua hingga pelosok-pelosok sama sekali belum mengenal teknologi-teknologi, apa lagi penggunaannya atau mengoprasikan teknologi yang terbarukan. Dengan berkembangnya modern ini, orang yang berada ditengah kota juga belum tentu tahu menunggakan henpon atau    computer  untuk membantu melancarkan aktivitas sehari-hari mereka. sebagai bukti saya pernah mendapatkan pelajar mahasiswa yang tidak tahu mengirimkan tugas menggunakan email, bahkan sama sekali menggunakan computer tidak tahu, sehingga walaupun kuliah online berjalan baik, mengalami kesulitan bisa terjadi ketika mengirim tugas menggunakan email.

Maka dari itu, peran penting pelajar mahasiswa yang lebih tahu bisa berdiskusi, bertukar pikiran dari rumah adalah salah satu yang berkontribusi dengan cara membantu. Dengan dasar, kita Indonesia memajukan daerahnya harus mengenal pendidikan agar terwujud harapan kecerdasan bangsa dan negara di Indonesia.

Komunitas literasi gerakan papua mengajar, bertukar pikiran, komunitas membuat video edugasi, sangat membantu untuk beralih aktivitas sehari-hari dengan taman-teman diasrama, dalam komunitas, dan masyarakkat dimana kita berada. Agar peran kita sebagai generasi milenial terlihat dengan pelayanan kita, untuk menimba ilmu pengetahuan dengan aspek apa saja.

Nasib pelajar mahasiswa dalam situasi covid 19, dengan cara-cara  seperti komunitas literasi yang membantu kita untuk mengenal pendidikan, agar masing-masing generasi mudah mandiri, untuk meningkatkan daya perpikir dan memperlihatkan integritas kita agar kita bisa dibantu melalui buku-buku dan diskusi-diskusi.

Peran Guru dan Dosen

Peran guru dan dosen di era digitar sangat penting karenakan di era global tantangan besar bagi guru dan dosen juga, ketinggalannya pendidikan kita di indosesia guru lebih profesional dari murid-muridnya karena kita bisa menemukan pelajar atau mahasiswa yang mampu beradaftasi perkembangan cepat dan lambat, sehinggga untuk mengubah karakter perilaku, berkomitmen, konsisten, sesuai kealihan murid didorong oleh guru dan dosen. Oleh karena itu, dalam situasi covid 19 peran guru atau dosen mengaktifkan pelajar murid perlu mengambil langkah yang baik agar semua murid bisa mendapatkan materi atau pengetahuan selama karantina.

Disini menjadi masalah selama covid 19, portal-portal akademisi yang digunakan sebagai perkuliahan seringkali keterlambatan memahami manajemen portal akademisi dosen dan mahasiswa, sehingga menurut saya untuk mempermudah mengikuti perkuliahan sebaiknya guru dan dosen bisa menggunakan messenger, Wathssap tidak hanya mengharapkan portal. Agar pendidikan terus berjalan seperti biasa lewat online.

Bagi saya, untuk  membantu meningkatkan pengetahuan selama covid 19 bagi pelajar mahasiswa, guru dan dosen tidak focus pada tugas kuliah saja tetapi bisa juga memberikan kesempatan membuat sesuatu sesuai kealihan mereka dengan kreaktif, ide-ide mereka agar anak murid dimana mereka berada situasi pelajar terus berjalan. selain itu, bisa mengadakan perlombaan karya ilmiah sesuai dengan wabah atau asumsi-asumsikan pandangan tahun-tahun mendatang .

Peran Orangtua

Orang tua salah satu peranan penting mengontrol anak-anak selama wabah covid 19, mengapa orang tua penting melihat anak-anak? Bagi saya tentu! jika kita di lihat dari realita kehidupan anak-anak tidak bersekolah atau kampus pasti tidak baca buku, tidak berdiskusi, akan tetapi ank-anak memilih jalan-jalan atau bermain hingga larut malam tanpa belajar. Oleh sebab itu, sebagai orangtua perlu mengingatkan kewajiban pelajar mahasiswa (belajar) secara online maupun dari buku-buku penbelajaran lainya.

Keterlibatan Pemerintah

 Peran pemerintah juga dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makan minum dan bama lainya. agar supaya dengan memenuhi kebutuhan tidak keluar rumah tetapi focus belajar terutama ikut berpatipasi bersama menangani persoalan covid 19. Selain itu, dalam situasi seperti ini kita bisa kebangkan potensi yang ada pada kita generasi milenial dalam aspek apa saja.

Akhir penutup tulisan ini, saya meranggul maksud dari pada tulisan ini, artinya pentinya pendidikan. Dalam situasi pendidikan kita sedikit menjauh dari pendidikan formal, yang kita dapat tentu non-formal, berarti belajar apa saja. Menciptakan lingkungan suasan belajar semua kembali kepada kita semua. Oleh sebab itu bagi saya, dimana kita berada membuka ruang literasi, terus berdiskusi, berlatih kealihan yang ada pada kita, dan menciptakan lingkungan belajar adalah membantu kita untuk memahami pentingnya pendidikan di Indonesia khususnya papua. Peran pendidikan mulai dari diri sendiri!

Penulis adalah Mahasiswa Uncen di Jayapura

Refrensi:

https://jubi.co.id/mengajar/ gerakan papua mengajar.

https://kompas.com/2016/11/07 .cara bangkitkan generasi milenial.