Home Ekonomi Bisnis Pemilik Pabrik Beras Kimia di Malang Digerebek Polisi

Pemilik Pabrik Beras Kimia di Malang Digerebek Polisi

39

Dogiyai, Jelatanp.com – Produsen Beras berinisial UW yang beralamat di Jln. Sultan Agung Ds Pringu Kec. Bululawang digrebek Tim Satgas Pangan Polres Malang, 20/19
Dalam pengerebekan, Tim Satgas menemukan bahan kimia yang diperlukan dalam gudang produksi seluas 70 meter x 30 meter. Jerigen-jerigen tersebut mengandung Pestisida, Tawas dan Insektisida. Bahan kimia ini dicurigai untuk pemutih berasimbah yang tidak layak di Konsumsi oleh Konsumen.
Dalam proses pengerebekan pengolahan limbah yang mengandung bahan kimia sedang berlangsung. Tim Satgas Pangan akhirnya Menyegel 140 Ton Beras yang Siap untuk Edarkan.
Dalam hal ini pemilik Beras berinisial UW ini telah diamankan dan dijerat UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012 Pasal 133 dengan Pasal 139 dengan Hukuman penjara 7 tahun hingga denda Rp100 miliar.

Menurut Keterangan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung yang memimpin Tim Satgas Pangan dari keterangan Winarso pemilik pabrik, pengangkutan limbah dari jombang kemudian diselesaikan secara
kimia dan lengkap sesuai dengan merk lain, Jagung Emas dan Tomat, “ujar Kapolres. Memproduksi beras kimia sebanyak 28 hingga 30 Ton, dan dipasarkan ke daerah Malang Raya, Surabaya, Pangkalan Bun Kalteng dan Banjarmasin Kalimatan Selatan.
Dalam hal ini Tim Satgas membawa sempel baik beras yang telah jadi dan Bahan Kimia untuk dilab. (Adt).
* “MOHON PERHATIAN” *
Jangan beli beras merk ini,
Beras rusak yang menyebabkan bahan kimia penyebab kanker,
sudah digerebek di Malang tapi beras sudah diselamatkan diseluruh Jawa Timur.
Beras berbahan kimia dilangsungkan di Malang Raya, sulawesi utara, sulawesi selatan, Kediri, Surabaya, jakarta, batam palembang, lampung, sumatra, Pangkalan Bun, maluku, papua dsb.
Daftar kemasan beras berbahan kimia sebagai berikut:
1. Jagung Mas
2. Beras Maju
3. Dewi Kunti
4. Empat Mata Merah
5. Empat Mata Biru
6. Empat Mata Hijau
7. Lele *
8. Cendrawasih
9. Tomat
10. Dua Jago

Jelata News Papua/Aleks