Home Artikel/Opini Pemerintah Hadir untuk Mensejahterakan Rakyat, Bukan untuk Membunuh

Pemerintah Hadir untuk Mensejahterakan Rakyat, Bukan untuk Membunuh

54

Oleh: Yuvensius Belau*)

Topik di atas melambangkan sebuah harapan dari seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan rakyat Papua pada khususnya. Hal ini karena pembangunan di Papua menjadi masalah utama bagi rakyat dalam pelayanan pembangunan. Kenyamanan dan kesejahteraan merupakan harapan seluruh rakyat melalui pembangunan, dimana tanah Papua menjadi tempat dilaksanakannya pembangunan. Namun proses pembangunan di Papua tidak mencerminkan pola pembangunan yang bertujuan untuk mencapai kebutuhan dasar masyarakat Papua yang sangat memprihatinkan. Akibatnya, Masyarakat Papua tidak menikmati sumber daya alamnya melalui pembangunan.

Pertanyaannya-pertanyaan reflektifnya adalah bahwa mengapa hal demikian dapat terjadi? Bukankah pemerintah daerah memiliki kewenangan yang sangat besar untuk merumuskan strategi berupa program pembangunan yang dibutuhkan dan program yang sesuai dengan harapan masyarakat Papua? Mengapa kekayaan sumber Daya Alam Papua (SDA) yang berlimpah ruah tidak dapat memberikan pengaruh signifikan (Penting) bagi kemajuan pembangunan masyarakat di Papua ? Arti dari semua ini bagi saya adalah karena strategi pembangunan yang dirancang dan dirumuskan oleh pimpinan pemerintah daerah, maupun elemen–elemen dari dianas-dinas terkait tidak berdasarkan pada kebutuhan dan cara pandang hidup masyarakat setempat. Sehingga sebagai konsekuensinya, sudah menjadi jelas bahwa, pembangunan tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh seluruh rakyat Papua. Ringkasnya, Orang Papua mati (Tidak mengalami kehidupan yang sebenarnya, seperti damai, kenyamanan, dan kesejahteraan hidup) di atas tanah yang kaya dan subur. Kehidupan rakyat dapat dideskripsikan seperti tikus yang mati di atas lumbung padi.

Melihat realitas hidup rakyat Papua yang demikian, maka kita sebagai orang-orang yang bertanggungjawab terhadap rakyat Papua tidak boleh tinggal diam. Artinya bahwa pemerintah daerah hingga provinsi harusnya berpikir secara rasional dan logis. Pemerintah, dinas dan lembaga-lembaga terkait mestinya ikut bertanggungjawab untuk mengejar segala ketertinggalan dalam seluruh aspek kehidupan yang sudah dan sedang terjadi di tanah Papua. Artinya bahwa dengan berpikir secara akal sehat, pemerintah mestinya berupaya secara kreatif dalam merancang suatu strategi pembangunan, yakni pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan suatu kontribusi (Bantuan, Dukungan) bagi masyarakat Papua. Demi mengejar dan menegakan sebuah iklim kehidupan yang penuh dengan damai, sejahtera, aman, dan tenteram di atas tanah Papua.

Sisi lainnya yang juga tidak kalah penting adalah bahwa pembangunan tidak semata-mata hanya kemampuan yang bersifat menterjemahkan kebutuhan masyarakat dalam bentuk program-program, tetapi pembangunan yang sesungguhnya, ialah ketika masyarakat dilibatkan di dalam pembangunan itu sendiri. Maksudnya bahwa pembangunan yang sebenarnya, ialah bagaimana pemerintah melibatkan masyarakat di dalam pembangunan itu, sehingga dengan adanya keterlibatan dari masyarakat, pembangunan pun dapat dirasakan oleh kedua belah pihak, masyarakat dan pemerintah. Di sana adanya hubungan timbal balik yang terpelihara dan dengan begitu kepercayaan antara kedua pihak dijaga dan terpelihara secara konsistensi dan alami.

Ingat pula bahwa, keterlibatan dalam proses pembangunan tidak saja berupa keterlibatan masyarakat untuk pembangunan, melainkan juga keterlibatan masyarakat untuk mengambil bagian demi memanfaatkan sumber daya alamnya. Karena dengan begitu, masyarakat sendiri akan merasakan suatu kedamaiaan dan ketenangan tersendiri di dalam diri mereka sendiri. Bagi saya, sikap dan pendekatan yang demikianlah yang dinamakan sebagai model pembangunan Papua yang dapat atau bisa memberikan hasil yang positif demi kemajuaan dan kesejahteraan di tanah Papua.

Usaha memajukan keberhasilan yang positif demi kesejahteraan ini tidaklah mudah. Oleh karena itu, peranan dari proses pendidikan sangatlah penting dalam upaya mendorong dan memajukan kesejahteraan hidup bagi rakyat Papua. Artinya bahwa setiap rakyat Papua mestinya diberikan pelatihan khusus yang sesuai dengan bakat, minat dan ilmu-ilmu yang digelutinya. Sehingga dengan begitu, masyarakat akan mengembangkan potensi dirinya menjadi modal dalam usaha menumbuh-kembangkan pontensi lokal yang ada. Bagi saya, hanya dengan jalan demikian sajalah rakyat Papua yang hidup di atas tanah Papua akan menemukan kesejahteraan dan kebahagian dalam menjalani hidup serta bisa menikmati hasil sumber daya alamnya.

Akhirnya saya berpikir bahwa, hanya dengan pendekatan pembangunan yang melibatkan masyarakat Papua sajalah yang dapat menciptakan dan memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat Papua di tanah Papua. Juga hanya dengan mengembangkan potensi diri, serta pembangunan model kontekstual Papua (Dengan Melibatkan Rakyat) Papua sajalah yang dapat memepercepat pembangun di Papua dan pada akhirnya bersama-sama merasakan kedamaiaan, keadilan, kesejateraan, dan kebahagiaan selama hidup di tanah Papua.

Semoga!

)*Penulis adalah Mahasiswa pada Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) “Fajar Timur”, Abepura, Jayapura-Papua.