Home Meepago Pemerintah Dogiyai Gelar Apel Konsolidasi Kendaraan Dinas

Pemerintah Dogiyai Gelar Apel Konsolidasi Kendaraan Dinas

25

Dogiyai, jelatanp.com – Dalam rangka penertiban kendaraan dinas di Kabupaten Dogiyai, jajaran pemerintahan kabupaten Dogiyai menggelar apel di halaman Kantor Bupati, Rabu (18/12).

Bupati Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dumupa dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Dogiyai merupakan salah satu kabupaten yang tingkat pengadaan kendaraan tertinggi di Propinsi Papua padahal kabupaten ini baru berumur 10 tahun. Maka itu, dirinya sudah berkomitmen untuk menertibkan aset Pemerintah Daerah tanpa pandang bulu.

“Kendaraan dinas harus digunakan untuk kepentingan dinas, untuk setiap pejabat diperbolehkan untuk menggunakan kepentingan dinas,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia berharap agar kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat wajib diparkir di kantor. Sebab menurut pengamatannya, hanya sebagian pejabat saja yang memarkir mobil di kantor.

Untuk mobil dinas yang dijadikan mobil pribadi, Bupati Dumupa menekankan agar mobil-mobil tersebut segera dikembalikan ke pejabat dinas yang sedang aktif. Jika tidak, dirinya berkomitmen menarik kembali dengan tak hormat karena ia sudah menandatangani surat kesepakan dengan Kejaksaan Tinggi Nabire.

Usai kegiatan apel penertiban kendaraan dinas, Bupati Dogiyai juga menandatangani berita acara pemusnahan barang kadaluarsa yang telah dikumpulkan Dinas Perindakop sejak Oktober 2019 lalu. Sebanyak 1.126 barang kadaluarsa dibakar di halaman kantor Bupati Dogiyai. Barang-barang itu berupa makanan dan minuman ringan, permen (gula-gula), minyak goreng, pepsodent, sabun byclin, susu kemasan, mentega, mie instant, dan saos dan kecap.

Plt. Kepala Dinas Perindakop, Petrus Makai, SE mengaku, pihaknya melalui Tim Pemeriksa barang kadaluarsa melakukan pemeriksaan barang kadaluarsa di tiga titik, yakni tiga distrik (Distrik Mapia, Distrik Kamuu, dan Distrik Kamuu Utara).

“Barang kadaluarsa yang kami kumpulkan sebangyak 10 karung. Kami tampung di Polsek dan hari ini kami bawa ke sini karena bertepatan dengan 2 tahun kepemimpinan bupati dan wakil bupati,” kata Makai.

Untuk kedepan, lanjut Makai, kami akan lakukan 2 kali pemeriksaan, yakni awal dan akhir tahun.

Sementara itu, Asisten 3 Setda Kabupaten Dogiyai, Drs. S. Rihi, M. Si mengatakan, rencana aksi Komisi pemberantasan korupsi di provinsi Papua, salah satu didalam recana aksi itu adalah penertiban tentang aset pemerintah daerah dan kabupaten Dogiyai melalui bapak bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa dan wakil bupati Oskar Makai telah menindaklanjuti rencana aksi tersebut dengan membentuk satuan tugas (Satgas) untuk menertibkan aset yang ada di kabupaten Dogiyai yaitu dengan keputusan bupati nomor 90 tahun 2019.

“Satgas sesuai tugas daripada satgas itu adalah menginventarisir aset yang ada di lingkungan pemerintahan kabupaten Dogiyai. Baik dari roda dua, roda empat, tanah maupun gedung dan itu kami sudah lakukan dari bulan Oktober 2019 sampai sekarang.”

Menurutnya, hal ini merupakan satu-satunya yang dilakukan di Provinsi Papua. “Sesuai sambutan bupati untuk menarik kembali aset daerah, kami sedang melakukan pendekatan-pendekatan persuasif. Kalau mereka datang pro aktif, kami akan memaklumi apakah mobil itu rusak ringan, berat atau limbah padat, dan produktif.”

Ia menjelaskan, untuk kendaraan dinas roda empat sebanyak 265 unit, 1.100 lebih unti roda dua. Setelah itu kami akan beralih untuk menginventaris asrama, gedung, dan tanah.

“12 unit mobil proaktif dikembalikan, dan yang lainnya dilaporkan rusak berat dan ringan.”

(Jelata News Papua/Aleks,Ibogoo)