Home Puisi Peluru Duka

Peluru Duka

118
Ilustrasi tangisan seorang ibu pada anaknya (Doc. google)

Seorang ibu tak tahan dalam tangisnya
Ketika buah hatinya terkujur kaku
Usai dipaksa mati di hadapannya
Karena operasi militer yang membabibuta

Kekakuan jasad anaknya melengkapi dukanya
Sebab setahun lalu suaminya pun mati kena peluru
Meski sepasang matanya jadi saksi
Tapi jejak protesnya diabaikan begitu saja

Orang-orang di sekitarnya ikut rasa
Menyaksikan keadilan yang terabaikan
Hukum yang tercemar erosi jual-beli
Dan kebenaran yang terhanyut oleh kepentingan

Ibu itu menggeleng-geleng kepala
Menyaksikan permainan kotor penguasa
Yang dengan mudah mengabaikan kebenaran
Sambil melindungi kejahatan manusia

Dalam duka yang menyayat relung jiwa
Ia berbisik pada tubuh kaku yang berbaring
Nakā€¦ tidurlah yang nyenyak sepanjang masa
Biarlah Sang Khalik menjadi pengadil akhir
Berbahagialah bersama Penciptamu
Sang empunya Keadilan dan Kebenaran

TandangSora, 28 Mey 2020
Honny Pigai