Home Artikel/Opini Papua Dalam Kurungan Masalah

Papua Dalam Kurungan Masalah

114

OPINI – Pada hakekat zaman dahulu tidak ada satu hal pun yang menjadi semakin menurun sepertinya produksi manusia, alam serta isinya di pulau Papua.

Akar masalah Papua pandangan aktivis mahasiswa papua

Menentukan strategi yang paling tepat untuk mengatasi masalah, “keamanan dan kesejahteraan” di Tanah Papua dengan mengakhiri aksi-aksi kekerasan oleh siapa pun dan dengan motif apa pun, tidak akan pernah ada kesejahteraan terhadap rakyat jelata walaupun berbagai tawaran dari pemerintah pusat hingga daerah. Sepertinya, “Otonomi khusus bagi provinsi Papua dan Papua barat”.

Didalam buku Papua Road Map yang diterbitkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada 2009′ telah dituliskan akar masalah Papua, meliputi:

1. Peminggiran, diskriminasi, termasuk minimnya pengakuan atas kontribusi dan jasa Papua bagi Indonesia.
2. Tidak optimalnya pembangunan infrastruktur sosial di Papua, khususnya dibidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat dan rendahnya keterlibatan pemilik hak Ulayat tanah dan ekonomi asli Papua.
3. Proses integrasi politik, ekonomi, dan sosial budaya yang belum tuntas.
4. Siklus kekerasan politik yang belum tertangani, bahkan meluas.
5. Pelanggaran HAM Berat yang belum dapat diselesaikan. Sepertinya, kasus Wasior berdarah, Wamena, Abe, Biak, Mapenduma Paniai dan intan jaya, dan masih berlanjut.

Kami Sudah Tidak Percaya Pemerintah Indonesia, meskipun dengan memaksa bangun pendekatan melalui otonomi khusus dan ekonomi serta melalui proyek-proyek infrastruktur yang semestinya tidak dipakai sebagai dalih oleh para diplomat Indonesia untuk menutupi dugaan pelanggaran HAM di Tanah Papua. Pemerintah Indonesia seharusnya menjawab tudingan negara-negara Pasifik itu dengan menjelaskan sudah sejauh mana mekanisme penyelesaian atas pelanggaran HAM di Papua. untuk, perpanjangan otsus dan jika memang langkah memenuhi rasa keadilan bagi rakyat Papua ini masih minim, sayangnya, para diplomat Indonesia lebih harus mendengarkan, alih-alih menyangkal.

Kehadiran Otsus Masih Relevan Tidak ada Bukti Sejahtera

Situasi politik hari ini, Orang Asli Papua banyak yang berbincangkan, masalah status kebebasan bangsa Papua dari penjahan Indonesia. Kini masalah Papua sudah dalam agenda dengan hukum yang berbeda. Namun, pilihan yang tepat bagi Orang Asli Papua yang Ingin merdeka, satu hal yang sangat releven untuk memilih dan melihat latarbelakang, “Sejarah Organisasi Perjuangan Papua Merdeka”. Situasi hari ini Orang asli Papua sendiri ada yang mendukung perpanjangan otonomi khusus/Referundum semua pejuang bersatu merebut kebebasan.

Selain melalui sayap militer OPM, gerakan kemerdekaan Papua gencar dilakukan melalui jalur politik, baik dalam negeri maupun luar negeri, telah sepakat dan bersatu menuntut seorang pejuang kapan merdeka.

Upaya terakhir yang paling intelektual dan kemungkinan keberhasilan besar adalah, melalui desakkan referendum. Adanya hak menentukan nasib sendiri menjadi alasan utama keinginan, ini semestinya, harus diwujudkan agar masyarakat hidup aman dan tentram.

Perpanjangan Otsus

Hal utama yang sangat diperlukan untuk mewujudkannya adalah, dengan membangun (common ground) dan kepentingan bersama bagi Papua yang lebih demokratis dan sejahtera. Ini bukan semata-mata untuk menjaga keutuhan Indonesia, namun terlebih untuk menghargai dan menghormati martabat Papua di dalam kemajemukan masyarakat .Otsus bagi provinsi Papua dan Papua barat ibarat didalam aquarium tidak ada bernafas bergairah. Bersambun.

Penulis : Rio Gobai