Home Artikel/Opini Otsus Diberi Bagi Orang Asli Papua Tambah Pula Tragedinya

Otsus Diberi Bagi Orang Asli Papua Tambah Pula Tragedinya

87

Oleh : Lambertus G

Sejak kewenangan otonomi khusus (otsus) diberikan kepada Orang Papua hingga saat ini, memang tidak ada perubahan yang signifikan menyangkut persoalan sumber daya manusia bahkan kemanusiaan.

Malahan yang terjadi sebaliknya, pelanggaran kemanusiaan semakin meningkat. Seperti tabrakan lari, di racun lewat makanan kadaluarsa, hingga penembakan oleh pihak militer, apalagi beberapa hari terakhir ini militer ditembak mati pemuda Papua di Merauke Papua.

Negara Indonesia di sebut dengan Negara Hukum. Tetapi nyatanya bohong diri dan semua regulasi Negara di anggap tidak berperan sesuai bab dan pasal yang sudah di rilis oleh pihak berwenang, sebab Orang asli papua (OAP) selalu dalam kolom kriminalitas

Selain itu, pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak pernah diproses lanjut oleh pihak penegak hukum, akses terhadap jurnalis asing pun dikekang dan di halangi oleh badan intelijen Negara (BIN), Apa lagi untuk utusan PBB masuk di Papua dalam konteks upaya pengamanan OAP, dan Tanah Papua juga tidak pernah diberi izin untuk melakukan investigasi.

Otonomi khusus hanya sebuah permen karet yang hanya tercecap di bibir semata lalu hilang dalam wacana.

Pemerintah Provinsi tidak punya kuasa lebih untuk melakukan otonominya, karena ditekan dengan mentalitas uang. Uang yang digelontorkan bertriliunan kepadanya, sehingga untuk menjadi obat bius yang membuat mereka diam atas lelangan oleh pemerintah pusat (Jakarta).

Sehingga, kewenangan khusus yang diberikan oleh pemerintah pusat dengan wacana mandiri itu lenyap bersama sogokan dana maupun tekanan psikologis melalui berbagai kondisi sosial.

Namun itu, Otonomi khusus (Otsus) kepada Orang Asli Papua telah menjadi wacana tragedi kemanusiaan, dan Otonomi itu tidak ada perubahan signifikan terhada Rakyat Papua diatas tanahnya sendiri. Padahal larangan untuk tragedi kemanusiaan sudah ada sejak sebelum lahir Undang-Undang (UUD) yang dientahakan dalam berbagai Agama.

Penulis adalah salah-satu mahasiswa di papua

Penulis : Lambertus G
Editor : Boas/JNP