Home Berita OMK Dekenat KAMAPI: Gereja Katolik Melihat Persoalan Papua Merdeka

OMK Dekenat KAMAPI: Gereja Katolik Melihat Persoalan Papua Merdeka

187

MOWANEMANI, JELATANP.COM – Ketua Komisi Kepemudaan Dekenat KAMAPI (Kamuu dan Mapiha) keuskupan Timika Papua Diakon Alex Pigai yang juga sebagai seorang Imam Gereja Katolik ini dalam pernyataan sikapnya menyeruhkan kepada seluruh pengurus Gereja Katolik dari Vatikan Roma sampai KWI di Indonesia dan kepada seluruh Gereja Katolik yang tersebar diseluruh dunia melihat persoalan Perjuangan Papua Merdeka oleh Umat diatas Tanah Papua.

Hal itu diungkapkan Diakon Alex Pigai dalam aksi demo damai yang dilakukan oleh rakyat dari 6 kabupaten di wilayah adat Meepago yaitu Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Mimika, Intan Jaya dan Paniai yang di Pusatkan di lapangan Theo Makai Mowanemani Dogiyai selasa, (17/11/20).

Diakon Alex menyatakan, “Hari ini, kaum berjubah putih (Imam Gereja Katolik) berdiri didepan sini bersama umat di Wilayah adat Meepago, saya mewakili tokoh Gereja Katolik yang berjuang demi atas tanah ini, dan demi tulang belulang manusia diatas tanah ini. hamba Tuhan Yesus yang dihina ini, berdiri di atas tanah ini untuk bersuara demi keselamatan umat manusia.

Melalui media, Roma engkau dengar. Paus Engkau dengar. hari ini, saya mau kasih tahu. dan kepada KWI, saya mau kasih tahu, engkau dengar, tokoh-tokoh Gereja lain engkau dengar. hari ini, saya mau berbicara!

Hari ini, saya tidak mau percaya kalian lagi, karena saya tahu sekarang ini, sudah lama berbicara tentang Papua Merdeka banyak umat Tuhan yang mati seakan binatang, kalian anggap mereka adalah sampah belaka. Hari ini, saya mau berbicara dengan Tuhan, Tuhan bolehkah engkau dengar suaraku hari ini, alam saya adalah Pigai Makituma, apakah Engkau dengar suaraku hari ini, dengarlah seruan dan suara tangisan umat Manusia di Tanah Papua ini.

Umat mohon engkau yang menjawab atas seluruh perjuangan Suci umat, yaitu, “Papua Merdeka”. Biarlah Tuhan dan Alam serta para leluhur kita yang menjawab atas seluruh beban hidup umat manusia diatas tanah ini. Tutupnya seorang Imam Gereja Katolik Keuskupan Timika Papua ini.

Jelata News Papua/ALW