Home Kabar Oknum Polisi Paniai dan Pemuda Buka Palang Jln Trans Papua, DPRD Dogiyai:...

Oknum Polisi Paniai dan Pemuda Buka Palang Jln Trans Papua, DPRD Dogiyai: Kami Akan Ambil Sikap Lain

102

DOGIYAI, JELATANP.COM – Pemalangan Jalan dengan Tebang Pohon dipinggir sepanjang jalan Raya Trans Nabire-Ilaga tepatnya 130 KM Kampung Abouyaga  hingga  Kampung Epomani dibuka oleh oknum Pemuda dan Polisi dari Polres Paniai.

Pada tanggal 9 April 2020, rombongan DPRD Dogiyai turun ke kilo tempat dimana DPRD melakukan Pemalangan. Tujuannya  untuk kembali memantau dan  memalang dengan cara menebang Pohon yang Besar dipinggir jalan Trans Papua itu. Setelah tiba, Pohon yang kami tebang untuk memalang jalan ternyata ada oknum-oknum Pemuda dari Meepago yang sudah memakai Parang, Kampak sapu rata habis hanya meloloskan Kendarahan Roda 2 maupun Roda 4.

Pemotongan batang Pohon besar yang kami kasih melintang mulai dari Bouyaikebo KM 130 hingga sampai di KM 143  mereka kerja   pada malam hari,” hal itu dijelaskan Ketua Komisi A Agustinus Tebai Via telepon Selluler Kepada Wartawan jumat pekan ini.

“Rombongan Polisi dari Paniai, Kami tidak sampai disitu, walaupun ada oknum-oknum Pemuda sudah membuka jalan, Kami kembali tebang pohon untuk memalang ulang jalan Trans Nabire-Ilaga.

Tebai menjelaskan,” setelah Sekitar dua pohon kami kasih tumbang dijalan. Tiba- tiba dari arah Nabire muncul rombongan Polisi dari Paniai.  Tujuannya ke Enarotali, Paniai.

“Tiba ditempat Pemalangan yang baru ditebang.” Adoh, ini baru saja mereka tebang,”kata Polisi”  Sambil mereka potong pakai Sengsor yang dibawah oleh Rombongan Polisi yang bertugas di Paniai.

Antara kami DPRD dan rombongan Polisi tidak jauh sekitar 20 Meter.

Polisi yang dari Nabire ini, kami menahan untuk meminta keterangan terkait pembongkaran Pemalangan jalan itu, namun mereka tidak berhenti dan kecepatan cukup tinggi. Mereka (Polisi Paniai) menggunakan kendaraan 2 motor dan 2  mobil.

Kami tinggalkan pohon yang kami tebang, ikut kejar dari belakang, Namun mereka (Polisi Paniai) dalam kecepatan yang cukup tinggi,” jelasnya Tebai.

Kami sampaikan kepada Pepohonan dan rumput yang ada disekitar kami,  Polisi yang lewat agar Mobil yang mereka pakai ini terjadi apa – apa dijalan.

Kami tiba di Kampung Gopouya, ternyata  mobil yang tumpangi Polisi Paniai itu rusak (Mesin Panas) dan berhenti dijalan. Dan mereka sedang perbaiki.

Kami Rombongan DPRD meminta kepada Polisi agar  bertanggungjawab atas tindakan yang dibuatnya dengan sengaja membuka Pemalangan tersebut.

Mereka sampaikan bahwa telah dikasih Surat Jalan dari Tim Satgas karena tujuannya Emergency.

Selain itu, Pihak Polisi  sampaikan ada pejabat Pengusaha yang sampaikan ke saya bahwa pemalangan sudah dibuka sehingga bisa naik,” kata salah satu anggota Polisi Polres Paniai Kepada Dewan di Jalan Trans Nabire Ilaga.

Selain itu atas perbuatannya, di sampaikan Permohinan Maaf kepada DPRD.

Maka itu kami DPRD Kabupaten Dogiyai ingin sampaikan :

1. Kami mengutuk dan sangat sayangkan sikap yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

2  Pintu Penyebaran Kami Kunci, ternyata ada oknum – oknum tertentu yang sengaja membuka maut bagi kami Manusia Papua Meeuwo.

3. Segera berhenti masyarakat (Paniai, Deiyai dan Dogiyai) naik dan turun karena DPRD Dogiyai akan ambil Sikap Lain.

4. Pada intinya kami lakukan ini, atas dasar aspirasi Rakyat Papua di Meeuwo bahwa Harus tutup tetapi ada oknum-oknum yang ingin Manusia Meeuwo Habis.

5. Kami DPRD Dogiyai telah berupaya keras, tetapi ada oknum yang tidak Sadar diri, Keluarga, Kampung, Kabupaten Meeuwo. Bahwa Virus ini Bahaya untuk kita Semua.

6. Kami DPRD Dogiyai tidak pernah membongkar Pemalangan

6. Kami himbau kepada semua Masyarakat Dogiyai, Deiyai dan Paniai. Tetap tenang dirumah, Kampung halaman di kabupaten Masing-masing.

Bagi yang ingin naik atau turun segera naik dan Turun, karena DPRD Dogiyai akan ambil Sikap lain Lagi Demi Keselamatan Nyawa Manusia Meeuwo.

Menanggapi Soal Pemalangan yang sudah di buka beberapa pemuda bersama Polisi Polres Paniai itu, salah satu warga Kabupaten Dogiyai Philemon Keiya yang sebagai Ketua Komunitas Enaimo di Nabire Menyatakan Kepada Jurnalis Media ini,” Semua pihak harus duduk bersama-sama dan ambil keputusan bersama, karena Selama ini terkesan, semua pihak yang ada di wilayah Meepago jalan masing-masing,” katanya.

“Buktinya, kemarin DPRD kabupaten Dogiyai sudah lakukan pemalangan jalan Trans Nabire-Ilaga di KM 130-KM 160 Oknum tertentu bersama polisi sudah buka palang, Jadi, kami minta mulai dari 3 Bupati Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai, DPRD, pihak keamanan dan seluruh elemen sangat penting harus duduk bersama, bahas dan ambil keputusan secara bersama,”Harapnya Keiya Philke.

Menurutnya Philke,” Karena, jika tidak penyakit Covid-19 tetap akan masuk wilayah Meepago walaupun Nabire belum ada,”ujarnya.

Selain itu Dewan Adat Kabupaten Dogiyai yang diwakili Oleh Sekertaris Dewan Adat Aleks Pakage juga mengutuk keras atas tindakan yang dilakukan oleh Beberapa pemuda bersama Anggota Polisi Polres Paniai itu, Via telepon Selluler, 10/04.

Sebab apa yang mereka lakukan itu agar wabah Covid-19 itu mudah masuk di Wilayah Meepago.

Sekali lagi Kami mengutuk keras atas tindakan yang dilakukan oleh Polisi Paniai dan Beberapa pemuda yang membuka pemalang yang dilakukan oleh DPRD kami, karena apa yang dilakukan oleh DPRD adalah kemauan Rakyat kabupaten Dogiyai,” tegasnya pakage.

Ia berharap agar kedepan sikap apa yang akan diambil oleh DPRD adalah Aspirasi rakyat. kami sebagai dewan adat Mee di Dogiyai, kami menyatakan siapapun kita hargai Dewan Perwakilan Rakyat adalah utusan dari rakyat untuk rakyat,” harapnya pakage sekertaris Dewan adat Mee di Dogiyai.

Jelata News Papua/Aleks