Home Berita Oknum Polisi di Pos Malabolo Sorsel Keroyok 1 Orang Remaja Asal Maybrat

Oknum Polisi di Pos Malabolo Sorsel Keroyok 1 Orang Remaja Asal Maybrat

591

SORONG SELATAN, JELATANP.COM – Maybrat hari ini, 7 mei 2020 salah satu anak sekolah asal kampung Kumurkek Kabupaten Maybrat berinisial BF (20) mengaku dirinya dikeroyoki empat (4) orang anggota polisi dari satuan Polres Sorong Selatan di Pos penjagaan malabolo milik polres sorong selatan, hal ini dikatakan pihak korban (07/05/20).

Korban mengatakan, dirinya hendak menuju ke Maybrat dari Sorong, namun, sesudah tiba di Pos penjagaa Sorsel, melihat tak satupun petugas yang ada di pos, karena begitu saya langsung melewati pos tersebut itu. Tetapi tidak lama kemudian ada 4 orang polisi tiba-tiba ada polisi yang mengejar saya dan tahan saya itu langsung menendang saya dari belakang sebelum saya diminta penjelasan, “katanya”.

“Selain itu saya dimintai keterangan berupa KTP usai saya dikeroyok ke empat oknum polisi itu, bahkan mereka juga minta saya uang sanksi Rp. 300.00, ¬†itu pun saya kasih karena mereka terlalu paksa saya,”jelasnya korban”.

Ketika dikonfirmasi Jurnalis Jelatanp.com kepada korban terkait apa yang dialaminya, ” saya dikira membawah barang-barang yang dapat membahayakan manusia dari Sorong seperti minuman keras dan hal terlarang lainya padahal saya tidak membawah apa-apa.

Korban mengaku, saya hanya membawa sebuah tas yang berisi gen minyak goreng lima liter serta pakaian, sementara dalam jok diisi satu buah kantong pelasik yang berisi buah langsat yang juga telah dicek sendiri oleh para pelaku, “terangnya”.

Polisi pikir saya punya KTP Sorong selatan, padahal bukan, saya KTP maybrat, lalu saya juga kasih uang ke mereka karena tujuan saya mau berhenti dulu untuk berikan penjelasan ke mereka, mereka langsung ditendang saya” ujarnya Korban.

Orang tua pihak korban menambahkan, “Untuk diketahui, aksi pengeroyokan tersebut telah informasikan kepada pihak Polsek Aifat. sementara korban sendiri kini dalam perawatan oleh keluarga, untuk itu, keluarga korban meminta agar persoalan ini bisa ditindaklanjuti secara serius oleh pihak yang berwajib guna menyelesaikan masalah. Maka itu kami keluarga korban juga meminta kepada pihak Polres Sorong Selatan agar menyikapi persoalan ini secara serius terutama terhadap pelaku penganiayaan terhadap anak kami.

Menurut pendapat saya aparat mereka melakukan hal tersebut karena mereka mencari uang pulsa dan lain-lain.

Tindakan yang telah dilakukan aparat sangatlah tak etis dan tidak mengedepankan etika profesi. Kami keluarga korban juga berharap agar pemerintan kabupaten maybrat – papua barat haruslah mengabil sikap yang kongkrit untuk menindaki persoalan masalah ini sampai tuntas dan haruslah ada pertanggung jawaban dari aparat yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak sekolah kami,”harap keluarga korban”.

Jelata News Papua/Lucky