Home Artikel/Opini Menjaga Konservasi Hutan Kabupaten Pegunungan Bintang

Menjaga Konservasi Hutan Kabupaten Pegunungan Bintang

52

Oleh: Marsico Sitokdana

Pengantar

Berlimpahnya ekosistem hutan di Pegunungan Bintang menyebabkan banyaknya species flora dan fauna hutan endemik. Namun, sekarang ini semakin hari semakin banyak hutan Pegunungan Bintang dirusak akibat ulah manusia sendiri yang tidak bertanggung jawab sehingga perlu ada tidakan konservasi terhadap hutan atau alam. Oleh karenanya, konservasi terhadap hutan sebagai solusi untutk melestarikan Flora dan Fauna endemik di wilayah ini. Jika tidak diantisipasi dengan baik, keanegaraman hayati tersebut akan punah di masa yang akan datang. Keanekaragaman hayati yang ada di alam Pegunungan Bintang adalah menyimpan dan menghiasi keindahan dan keunikan tersendiri. Contohnya beraneragam jenis kuskus pohon, burung merpati, burung nuri dan species lainnya yang hidup di alam bebas yang masih alami ini. Kekayaan alam ini perlu dilindungi serta dilestarikan dari generasi ke generasi. Perlindungan terhadap hutan dan segala isinya merupakan tindakan konkrit untuk melestarikan bumi dari berbagai ancaman seperti pemanasan global, kerusahaan lingkungan, bahaya banjir, dan menghindari kelangkaan sumber daya alam di masa yang akan datang. Pegunungan Bintang juga termasuk salah satu wilayah yang memiliki keanekaragaman satwa liar endemik yang patut dilindungi.

Pengertian Konservasi

Berdasarkan Undang-Undang No 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, hutan konservasi didefinisikan sebagai kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok yang pengawetan keanekaragaman tumbuhan serta ekosistemnya. Di dalam hutan konservasi ada tiga unsur atau tujuan utama yang terdapat dalam kegiatan konservasi adalah perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan. Maka hutan konservasi sebagai tempat dan peran terpenting yang perlu ada perlindungan dari masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama lindungi peranan keanekaragaman hayati sebagai sistem dimana menjadi penyangga dalam kehidupan manusia. Dan juga yang kedua ialah pelestarian yang artinya melestarikan keanekaragaman hayati yang ada dan mencegahnya dan semakin menghilang dari terancam kepunahan maka konservasi hutan tersebuat perlu ada penegasan dari Pemerintah Daerah agar supaya tidak terancam puna dan habis. Sedangkan hutan konservasi sebagai pemanfaatan adalah memanfaatkan dengan bijaksana dan perlu ada bertanggunjawab sehingga keanekaragaman hayati tersebut yang sudah ada bisa telah ada terus supaya ada pelestarian bersama.

Dan pada khususnya, Kabupaten Pegunungan Bintang adalah salah satu wiayah yang memiliki hutan yang luas di wilayah Pegunungan Tengah Provinsi Papua dengan tingkat keanekaragaman hayati besar. Hutan Pegunungan Bintang yang terkenal dengan berbagai species tanaman, tumbuhan, binatang, berbagai sejenis burung, mamalia, dan reptile yang menghiasi hutan. Dari sisi kemanfaatannya, hutan Pegunungan Bintang ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian banyak masyarakat setempat. Oleh karenanya, melindungi hutan, sama saja dengan

melindungi kehidupan masyarakat Pegunungan Bintang yang masih sangat kental dengan hidup dalam komunitas dan adat menjadi unsur penguat dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di dalam pembagian kemakmuran.

Tingkat kehilangan tutupan pohon di Pegunungan Bintang mencapai puncaknya pada beberapa tahun terakhir ini. Setelah terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) yakni kabupaten Pegunungan Bintang. Aktivitas pemerintahan memanfaat hasil hutan meningkat. Pengadaan bangunan perkantoran maupun rumah dinas Pegawai serta bangunan lain, mengandalkan bahan lokal terutama kayu. Pengambilakan kayu secara masif dilakukan di hutan. Pengambilan kayu ini tidak disertai dengan tindakan preventif akan membahayakan keberlangsungan segala makhluk hidup yang ada dihutan tersebut maupun akan mengancam keberlangsungan hidup manusia itu sendiri. Pengambilan hasil hutan secara terus menerus akan mengancam kehidupan berbagai species pohon dan species lainnya semakin terancan akhirnya punah.

PERATURAN TENTANG HUTAN KONSERVASI

Pemerintah mempunyai peran penting dalam konservasi hutan menjaga, melindungi pelestarian keanekaragaman sumber daya hayati. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah perlu menyusun dan menetapkan peraturan daerah mengenai pengelolaan konservasi hutan. Peraturan daerah tersebut sebagai acuan bagi semua stakeholder yang berkpentingan dengan hutan dan alam Pegunungan Bintang. Peraturan tersebut juga mengatur masyarakat tentang pemanfaatan hutan secara hati-hati dan tepat guna. Setiap dalil dalam peraturan tersebut mempertegas pendudukan setempat untuk tidak menebang pohon tanpa manfaat yang tepat, dilarang membakar hutan sembarangan. Karena hutan konservasi ialah tempat dimana species endemik dan species lain menjadi tempatnya berlindung dan manusia juga sangat menggantungkan diri pada hutan dan segala isinya untuk keberlangsungan hidupnya dari masa ke masa. Sejak dini pemerintah harus memberikan pendidikan dan pemaham kepada masyarakat terutama generasi muda masa kini terkait dengan kemanfaatan dan fungsi konverasi hutan terhadap keberlangsungan hidup umat manusia dan kelestarian lingkungan hidup.

*Penulis adalah Anggota Aplim Apom Research Group (AARG)