Home Pendidikan Mengatasi Anak Bermasalah Dalam Keluarga Cukup Gunakan teknik 5W+1H

Mengatasi Anak Bermasalah Dalam Keluarga Cukup Gunakan teknik 5W+1H

101

Dogiyai, jelatanp.com — Mewujudkan impian orang tua perlu dengan mendapatkan hak anak yang layak, tidak semua anak adalah tanggungjawab guru di sekolah, stakeholder terkait perlu memperhatikan perkembangan anak, termasuk didalamnya memperhatikan hak-hak anak kedepan, sehingga masa depan anak bisa lebih baik seperti yang diharapkan orang tua, maka itu dalam perkembangan dan pertumbuhan anak membutuhkan ekstra perhatian orang tua asuh termasuk keberfungsian peranan orang tua dalam hal fungsi pengawasan, hal ini dikatakan Tresia Pigome, Kepala SD YPPK Idakebo, dalam perbincangannya, Kamis, 14/02/19 di Idakebo, Distrik Kamuu Utara, Kabupaten Dogiyai, Papua

“Pola pengasuhan dan perilaku sosial mengimpan di masyarakat sangat mempengaruhi indeks pembangunan sumberdaya manusia untuk itu perlu ekstra pengawasan dari semua orang tua termasuk pihak-pihak lain yang berkepentingan”, jelasnya

Tidak hanya itu, perilaku hidup yang mengimpan di kalangan masyarakat yang juga tidak mengutamakan kepentingan masa depan anak, tentu hal ini juga memengaruhi pembentukan karakter pada Peserta didik untuk itu peran pengawasan menjadi perhatian kita bersama, jelasnya,

teknik dasar pengawasan orang tua terhadap anak bermasalah di dalam keluarga upaya mengatasi masalah anak saya mengarankan agar tiap orang tua harus menggunakan 5W + 1 H (What, Where, When, Why dan + How)

Menurutnya, dengan begitu letak permasalahan sebenarnya yang terjadi pada anak dapat dicarikan solusinya, tanpa ada kekerasan dan ancaman pada diri anak , yakni hanya menuturkan pertanyaan-pertanyaan sesuai kebutuhan

Sementara itu, salah satu warga yang tidak mau sebutkan namanya dalam perbincangannya juga, ia mengatakan permasalah pada anak perlu di tuntaskan oleh orang tua, utama dan terutama adalah dalam memenuhi hak dan kewajiban anak
Dengan itu, perkembangan anak Kedepan dapat terarah dan dapat menjadi anak gemilang dalam memburuh masa depan.

(Jelata News Papua/Gustik)