Home Artikel/Opini Membangun SDM yang Berkualitas di Tanah Papua

Membangun SDM yang Berkualitas di Tanah Papua

55

Oleh: Florentinus Tebai
Satu pokok persoalan di tanah Papua, adalah dalam bidang pendidikan. Artinya bahwa satu persolalan yang didahapi di tanah Papua secara serius adalah Pendidikan. Hingga kini, wajah pendidikan menjadi masalah serius. Masih banyak anak-anak sekolah yang hingga kini tidak memilik akses sekolah yang cukup memadai dengan baik. Faktor lainnya juga yang mempengaruhi kemerosotan dalam bindang pendidikan di Tanah Papua, adalah budaya, kondisi ekonomi, dan posisi geografis di tanah Papua yang cukup, sehingga ia menghambat perkembangan pendidikan di tanah Papua. Selain itu, ada banyak anak-anak yang putus sekolah, karena tidak ada biaya pendidikan yang cukup memadai. Tidak ada pendidikan yang layak, sehingga ada banyak guru dan siswa yang tidak berkualitas. Tidak hanya itu, ada pula hal-hal lainnya yang tidak memamadai, seperti fasilitas sekolah yang tidak memadai, inrastruktur (Gedung). Pokok permasalahan lainnya ialah bahasa.
Hal lainnya juga yang menghambat perkembangan pendidikan di tanah Papua adalah tenaga guru yang kurang, sehingga sebagai akibatnya adalah proses belajar mengajar tidak berjalan secara baik dan efisien baik di tingkat SD (Sekolah Dasar) hingga perguruaan tinggi. Persoalan lainnya yang juga menghambat proses berjalannya kegiatan belajar mengajar di Papua adalah adanya tuntutan dari masyarakat. Artinya bahwa terkadang masyarakat pemilik hak ulayat melakukan pemalangan di sekolah. Hal sepeerti ini juga sering kali mengakibatkan proses belajar mengajar di sekolah terhenti.
Tidak hanya itu bahwa persoalan lainnya juga adalah adanya aksi mogok yang dilakukan oleh pihak guru-guru dari sekolah sendiri. Karena, seringkali kepala sekolah dan bendahara tidak transparan di dalam mengelola keuangan sekolah. Selain itu, dalam upaya meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan sudah dan sering kali dilakukan dengan jalur study banding, akan tetapi upaya ini sering terkesan dijadikan sebagai lahan bisnis bagi segelintir orang. Jika wajah pendidikan kita saat ini di tanah Papua sudah seperti demikian, maka pertanyaannya adalah bagaimana kita memperbaiki wajah pendidikan kita di Tanah Papua. Sebab, Hal-hal yang demikian sudah dan sedang terjadi di hampir setiap daerah di tanah Papua pada umumnya dan di pedalaman Papua pada khususnya. Berikut ini adalah sedikit pemahaman mengenai apa itu pendidikan dan selanjutnya adalah upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Sekilas Mengenai Arti Pendidikan dan Kualitas
Kata pendidikan sendiri terdiri dari dua bagiaan, yaitu didik dan mendidik. Walau memiliki dua arti yang berbeda, tetapi kedua-duanya memiliki arti dan makna yang sama. Didik dan mendidik berarti suatu usaha pemeliharaan dan pemberlatihan mengenai pokok ajaran-ajaran yang baik, menuntun, dan pimpin mengenai akhlak (Budi Pekerti; Kelakuan) dan kecerdasan pikiran dari setiap peserta didik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada edisi ke-enam menjelaskannya bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata kelakuan seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, porses, cara, perbuatan mendidik. Sementara arti dari kualitas adalah berkaitan dengan moral (Berkenaan dengan sikap dan tingka laku seorang). Kata kualitas menurut KBBI (Ibid) adalah segala hal yang berkaitan dengan tingkat baik buruknya sesuatu, derajat atau taraf dari seorang pribadi yang berkaitan dengan kepribadiaan, kecakapan, mutuh, bentuk tingka laku pribadi sesorang, mutuh, bermutuh, baik dari seseorang sendiri.
Dengan demikian sudah menjadi jelas bahwa pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang di dalam setiap didikan dan ajarannya bagi setiap peserta didik melalui usaha dan jalan pendidikan mendapatkan suatu latihan, pokok-pokok ajaran yang baik, menuntun dan mengarahkan setiap pesrta didik melalui beragam bentuk ajaran dan pelatihan, suapaya setiap peserta didik menjadi pribadi yang terdidik dalam bidang akhlak (Budi Pekerti; Kelakuan) dan cerdas di dalam pikirannya. Supaya, melalui setiap proses pengajaran yang diterimanya setiap peserta dapat mengubah sikap dan tata kelakuan, sehingga menjadi pribadi yang dewasa dalam seluruh sikap dan tindakanya.

Upaya Memabangun Sumber Daya Manusia yang Berkualitas
Bila suatu bangsa ingin maju dan berkembang, maka membangun sumber daya manusia (Selanjutnya akan disebut SDM). Dan hal itu hanya bisa terjadi dan terwujud melalui proses pendidikan. Pendidikan yang dimaksudkan adalah tidak hanya soal mendidik, tetapi bagaimana menerapkan sistem pendidikan yang berkualitas di sekolah, supaya menjadi seorang pribadi yang unggul, cerdas, dan pintar. Maka dari itu, amatlah penting dan mendesak dalam usaha dan memperbaiki wajah pendidikan suatu bangsa. Memperbaiki wajah pendidikan dalam konteks Papua saat ini adalah menyediakan saran dan prasaran serta akses yang memadai, sehingga dengan begitu setiap peserta didik dapat berkembang dan maju pesat untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berkualitas demi membangun bangsa dan negaranya sendiri.
Membangun SDM yang berkualitas di tanah Papua, tidak terlepas dari pihak pemerintah terhadap sekolah, para guru dan terkhusus setiap peserta didik. Karena, banyak peserta didik yang putus sekolah dan bahkan tidak sekolah, karena kondisi ekonominya yang tidak cukup. Nasib yang demikian sebenarnya diakibatkan oleh lemahnya pendapatan ekonomi orang tua. Oleh karena itu, bagaimana pihak pemerintah turut menyiasati persoalan ini dalam usaha dan upaya memajukan bangsa dan negeri, terkhusus masa depan dari peserta didik yang notabene pendapatan perekonomiaannya sangat minim. Mestinya pemerintah harusnya ikut bertanggungjawab atas persoalan ini.
Upaya lainya yang juga tidak kala penting untuk diperhatikan kepada pihak pemerintah, ialah meningkatkan mutu dan kualitas guru. Karena selaman ini, banyak peserta didik yang terlahir dan terdidik menjadi pribadi yang tidak berkualitas dan berkompeten. Bagi saya bahwa hal yang demikian dikarenakan oleh mutu dan kualitas guru yang kurang cerdas, sehingga terdidik dan terlahir sebagai pesrta didik yang minim dalam pola piki yang cerdas dan kritis. Ingat pendidikan yang sebenarnya adalah pendidikan yang semestinya membentuk karakter dari setiap peserta didik menjadi pribadi yang cerdas dan kritis. Mari membangun pendidikan di tanah Papua.
Akhirnya hanya dengan mengadakan akses sekolah yang cukup memadai, mennyiasasi kecukupan ekonomi bagi setiap peserta didik yang berkekurangan dan membiayai pendidikan, meningkatkan mutu dan kualitas guru, dan menyiasati setiap tuntutan-tuntutan dari setiap masyarakat terkait dengan hak ulayat tanah, dan menyiasati setiap masalah internal yang terjadi di dalam sekolah sajalah yang dapat meningkatkan setiap peserta didik untuk memiliki pendidikan yang bermutuh dan berkualitas demi membangun negeri dan bangsanya pada umumnya dan tanah Papua pada khususnya. Dalam hal inilah benar bahwa Gereja dan Pemerintah selalu ada di garda terdepan di dalam memajukan pendidikan di tanah Papua sejak dini.

Penulis adalah Mahasiswa Semester IV dan Anggota Kebadabi Voice di STFT “Fajar Timur”, Abepura, Jayapura, Papua.