Home Berita Mahasiswa Uncen Nyatakan Untuk Sikap Menolak Secara Kuliah Online

Mahasiswa Uncen Nyatakan Untuk Sikap Menolak Secara Kuliah Online

6762

Jayapura, Jelatanp.com – Ditengah Pendemi Virus Corona (Covid-19) sejumlah Universitas di Indonesia Mengambil langka untuk melakukan kuliah Online atau kuliah jarak jauh secara mandiri, salah satunya Unuversitas Cendrawasih dan beberapa PTS/PTN di Kota Jayapura Pada Umumnya di Kampus yang ada di seluruh Tanah Papua dan Papua Barat. Mahasiswa Uncen nyatakan menolak untuk kuliah online.

Salah-satu mahasiswa Uncen Yulianus Boma mengatakan, Kuliah secara Online ini, kami dinyatakan dengan tegas tolak. Karena kebanyakan yang sedang kuliah di kampus Uncen ini, banyak orang yang kenal dengan IPTEK Online dan ada banyak mahasiswah-Mahasiswi juga yang belum sama sekali tidak kenal, waena P3 pada hari Rabu, (01/04/2020) kemarin.

Namun itu menurutnya mengatakan, kami seluruh mahasiswa-mahasiswi Uncen untuk kuliah secara online tidak setujuh, sehingga mahasiswa dengan keras menolak. Dengan itu, kami buat pernyataan sikap beberapa pernyataan sikap yang kami buat antara lain:

1. Apakah anda sedang kuliah ini untuk mengabdi di daerah-daerah di tengah masyarakat atau mengabdi di rumahnya. Sedangkan Rakyat jelata dan seluruh manusia di muka bumi perhentikan seluruh aktifitas mereka, dan Rasa panik dan takut terhadap Virus Corona bahkan seluruh tanah Papua masih dalam keadaan trauma atas ancaman Milter indonesia vs TPNPB.

Semua aktifitas diberhentikan sampai dengan Saat ini pun peperangan masih berlangsung sampai sekarng. Bagaimana perasaan dan sakit batin terhadap Rakyat miskin, dan teman-teman lain yang latar belankangnya Petani dan kurang mampu. Apakah mereka punya kesempatan untuk bersaing dengan terhadap yang lain? Hanya sepiring nasi saja sangat susah apalagi tugas Online dan Kuliah Online.

3. Apa yang sangat berharga bagi hati Nurani Anda, Rakyat miskin, ataukah diri Anda bahkan keluarganya.

4. Seluru pimpinan Kampus baik Negeri maupun Swasta yang terutamanya Rektor Uncen, Dr. Apolos Sampapo ST, MT. Menghimbau kepada seluruh mahasiswah/i Kampus Uncen melalui viral video dan rekaman suara bahwa, Kami sebagai Lembaga Kampus Uncem dan selaku rektor mahasiswah/i Uncen kuliah harus secara online.

Selain, dengan himbauhan itu, kami seluruh Mahasiswa-Mahasiswi dengan sikap atas himbauahan itu kami menolak dengan keras, agar kuliah haruskan seperti biasa. Hal ini diungkap Kordinator Umum Mahasiswa-Mahasiswi Uncen Yanis Koll kepada Wartawan Jelatanp.com ketika meminta Keterangan dari kampus tersebut.

Seperti yang kita sedang ikuti bersama tentang Wabah virus corona (COVID-19) telah berdampak terhadap sektor pendidikan. Hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya di seluruh dunia dan mengancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan.

Menurutnya dikatakan. Hal tersebut dilaporkan UNESCO. 13 negara Negara antaranya, Cina, Italia, Jepang, Amerika termasuk Indonesia telah menutup sekolah-sekolah di seluruh negeri dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus mirip flu tersebut.

“Lanjut Yanis, Itu mempengaruhi hampir 290 juta siswa, karena tentu kuliah online memberikan suatu manfaat dan menguntungkan bagi seluruh generasi sekarang (milenial) sesuai Perkembangan Era Global, lebih khusus bagi orang Indonesia bahkan seluruh Generasi Papua dan Rakyat papua, diwajibakan untuk menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),” Tegasnya.

Yulianus Boma mengatakan bahwa, Negara Indonesia bersama Pemerintah Provinsi papua sudah menyiapakan seluruh fasilitas komputer dan Jaringan Telkomsel berstandar jaringan 4G diseluruh Pelosok Tanah air lebih khusus Tanah Papua. Wajar Negara Indonesia bisa nengikuti Zaman, tetap susah untuk mengatur Zaman, Karena 260 juta penduduk indonesia masih dalam tahap penyesuaian zaman sekarang milenial.

“Lanjut Boma, Persepktif pendapatan Mahasiswa kurang mampu rata-rata seluruh mahasiswa hampir 95% orang tua mereka berasal dari Petani, sehingga kami nyatakan dengan tegas kulia secara Online kami menolak. Dengan situasi pandemi Covid-19 membuat seluruh petani dan rakyat papua susah mencari pekerjaan sehari-hari, mencari nafkah demi menghidupi keluargannya,” ujar Yulianus Boma.

Dengan situasi dan kondisi rill yang melanda seluruh dunia, Virus Corona (Covid-19) membuat keadaan petani sangat minim untuk menafkahi keluargnya. Maka sebaiknya melihat dengan kondisi orang tua mereka terhadap seluruh Dosen-Dosen yang mengadakan kuliah.

Reporter : Yusak Utii
Editor : Boas/JNP