Home Pers Rilis Mahasiswa Degeidimi-Dogiyai Menolak Pemerintah Daerah Ijinkan Kehadiran Markas POLRES di Degeidimi

Mahasiswa Degeidimi-Dogiyai Menolak Pemerintah Daerah Ijinkan Kehadiran Markas POLRES di Degeidimi

126

Oleh : Ferdinand E.Tagi

Pada beberapa hari yang lalu ini, pihak POLRI/POLDA rencana akan menghadirkan POLRES di Wilayah Kabupaten Dogiyai Propinsi Papua. Terkait itu telah ditanggapi oleh berbagai kalangan, baik itu pihak pro maupun yang kontra.

Meski demikian, pihak Pemerintah Daerah tentu akan menerimanya, walaupun wakil ketua DPR Kabupaten Dogiyai mempertanyakan rencana dihadirkan POLRES tersebut, dengan alasannya bahwa, sejauh ini sebagai wakil rakyat belum pernah ada pertemuan yang jelas antara pihak legislatif, eksekutif maupun yudikatif di tingkat Propinsi dan Kabupaten Dogiyai.

Tetapi, saya menilai tentu POLRES itu akan dihadirkan, sehingga lokasinya pun harus diperjelas. Maksudnya bahwa, bilamana Pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam hal ini Bupati Dogiyai ijinkan tempatnya di “Degeidimi” sebagai markas POLRES, saya (Ferdinand Tagi) sebagai intelektual Degeidimi bersama rakyat saya menolak sebagai pemilik tanah di daerah tersebut.

Kami sampaikan bahwa, lokasi Degeidimi kami sudah ijinkan ke pemerintah Kabupaten Dogiyai untuk membangun kantor Pemerintah Daerah, namun itu pun selama ini tidak dipergunakan oleh pemerintah dengan sebaik-baiknya, walau gedungnya sudah dibangun.

Maka, saya mohon dipikirkan baik-baiklah, bukan sewenang-wenang Pemerintah daerah ijinkan POLRES tempati di Tanah Milik kami, lalu bangunan yang dibangun itu mau diapakan? Jadi pemerintah daerah jangan aneh-aneh atas motto “Dogiyai Bahagia” terkait permasalahan pembangunan kantor-kantor maupun ibukota yang sering diisukan selama ini. Jangan membingungkan masyarakat dan masa depan Kabupaten Dogiyai.

Saya masukan bahwa, Pemerintahan Dogiyai ini, harus membawa masyarakatnya ke ranah bahagianya yang baik, jangan berpikir yang merusak daerah. Jikalau “Pemerintahan Dogiyai Bahagia” benar, tanah dan bangunan kantor Bupati diserahkan ke POLRI untuk dijadikan markasnya, maka sekali lagi kami akan tarik kembali tanah kami.

Kami pemilik tanah Degeidimi sangat menolak lokasi itu diserahkan kepada POLRI, benar-benar kami menolak. Jadi Pemerintah Kabupaten Dogiyai harus meneriman keinginan kami ini demi masa depan generasi yang lebih baik.
_________________________
Penulis adalah Anak muda dari Dogiyai sekaligus pemilik tanah Kawasan Degeidimi-Dogiyai Papua.