Home Berita Legislator Dogiyai: Kami Blokade Jalan Trans Papua, Semua Pihak Mesti Hargai

Legislator Dogiyai: Kami Blokade Jalan Trans Papua, Semua Pihak Mesti Hargai

103

DOGIYAI, JELATANP.COM –  DPRD Kabupaten Dogiyai, Sekertaris Komisi B Yones Waine, menyatakan saat ditemui awak Media  Minggu, 12/20 pekan ini dikediamannya Nabire, “menghimbau Kepada warga masyarakat adat di wilayah Meepago, sesuai keinginan yang diambil oleh DPRD Dogiyai adalah “sah”, untuk keselamatan Masyarakat Adat di wilayah meepago dari wabah Virus Corona (covid-19) yang sangat global ini, “jelasnya Waine.
Yones Mengaku,” Sikap DPRD Kabupaten Dogiyai untuk melakukan Pemalangan jalan trans Nabire-Ilaga dari KM 130-160 itu bukan sikap yang dikeluarkan atas nama Pemerintah Daerah tiga Kabupaten yang ada di wilayah adat Meepago Lebih khusus Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai, tetapi itu sikap  khusus dari Kami Lembaga Legislatif Kabupaten Dogiyai.
Lanjutnya,” Atas nama kami Lembaga Legislatif Kabupaten Dogiyai menilai selama ini Pemerintah Eksekutif Wilayah Adat Meepago kurang efektif dan efisien dalam mengatasi problema covid-19 ini, Maka kami legislatif Dogiyai mengambil sikap pemalangan jalan trans Nabire-Ilaga mulai dari KM 130-160 itu.

“Namun keputusan legislatif Dogiyai di memblokade jalan Trans Papua sudah dengan sengaja diabaikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, ini saya rasa Tujuan oknum itu untuk memusnahkan manusia-manusia Papua di Meepago melalui kehalusan covid-19,” bebernya.
Sekali lagi, DPRD Kabupaten Dogiyai melakukan pemalangan jalan trans Nabire-Ilaga untuk keselamatan warga masyarakat Adat meepago dan untuk mengantisipasi penyebaran wabah covid-19 di wilayah meepago.

“Ya jadi siapapun dia yang sudah membuka Pemalangan jalan itu, dia siap bertanggung jawab atas apa yang ia buat apabila Covid-19 itu dapat menyebar ke Wilayah Meepago melalui jalan darat.

Pada kesempatan ini, saya atas nama lembaga DPRD Kabupaten Dogiyai menyampaikan kepada seluruh masyarakat kabupaten Dogiyai di Wilayah Adat meepago, saya berharap agar tetap pada posisi, jarak jaga, dan kami harap mematuhi keputusan dari kami DPRD, serta Berdoa dan berpuasa, untuk memohon pertolongan dari Tuhan Yesus, sebab selain Yesus tiada yang lain, hanya nama Yesus yang mulia, dibumi dan disorga juga kehidupan manusia adalah milik Tuhan itu sendiri.

Selain itu juga,  Kami dari Lembaga Legislatif Kabupaten Dogiyai menyesalkan, “yang lalu kami fungsikan Tim Satgas bersama Dinkes Kabupaten Dogiyai di KM 100 Distrik Siriwo untuk menangani masalah covid-19, namun juga namun belum ketahui  APBD untuk menangani masalah penyebaran covid-19 itu. Alat Pelindung Diri ( APD) Bagi Tim penanganan Sangat minim, Itu Yang Kami Menyesal, Maka Kami Dari Lembaga Legislatif Kabupaten Dogiyai mengambil Sikap Dengan pemalangan jalan trans untuk Keselamatan Manusia Yang ada di Wilayah Adat Meepago Dan Petugas Kami di KM 100 Yang kerja Tanpa Alkes ITU.

Sikap Yang kami ambil dengan memblokade jalan dari KM 130-160 itu karena menurut kami adalah solusi yang tepat untuk mencegah sebelum Covid-19 menyebar ke Wilayah rakyat yang kami cintai, “Tutup Anggota DPRD Dogiyai Yones Waine
Menanggapi itu salah satu warga Dogiyai yang tidak menyebutkan namanya menyatakan, “kebijakan yang diambil oleh DPRD Adalah, kebijakan yang mereka ambil untuk menyelamatkan kami dari Wabah covid-19 ini, Namun hanya satu yang menjadi tuntutan saya sebagai masyarakat biasa, saya minta agar selama beberapa hari  kasih Kami Waktu untuk Kami Yang ada di Nabire ini Naik Ke kampung Halaman Kami sebelum  covid-19 menyebar di Wilayah Meepago, juga sebaliknya mereka Yang Ingin mau turun-lama di Nabire turun sesuai Waktu Yang akan ditentukan Oleh para ANGGOTA.
Sebab ini tidak dilakukan Oleh Dewan kami, yang jelas dititik Pemeriksaan Covid-19 akan selalu terjadi diskontroversial antara Tim satgas, Pihak keamanan, Pemerintah dan Para anggota Dewan, “Ujarnya.

“Saya berharap kepada seluruh elemen Masyarakat Wilayah adat Meepago kita sebagai manusia kita meame hargai dan patuhi pada kebijakan dari Lembaga Legislatif ini,” harapnya.

Berita Jelata Papua / Aleks