Home Berita Korban Rasisme Bagi Orang Papua PMMP Buat Posko Untuk Pembatalan PON 2020

Korban Rasisme Bagi Orang Papua PMMP Buat Posko Untuk Pembatalan PON 2020

300

PANIAI, Jelatanp.com – Mahasiswa dan Masyarakat penentu yang ada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Peduli Mahasiswa dan Masyarakat Papua (PMMP) telah buat Posko Umum untuk PON 2020, tujuan posko tersebut untuk batalkan PON yang akan laksanakan beberapa bulan kedepan di Jayapura.

“Sangat disayangkan bagi teman-teman Mahasiswa kita yang telah korban karena masalah Rasisme maka mereka tidak lanjutkan kuliah, tujuan kami supaya diminta tuntaskan masalah ini,” Pinta Jerry Wenda melalui telpon seluler Kepada Wartawan pada hari Senin, (21/01/2020).

Hal ini seharusnya Pemerintah peka untuk melihat kepada mereka yang sedang menderita, dan sedang mengadu domba karena masalah tersebut, kami berharap juga kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus segera usut tuntaskan masalah Rasisme.

Selain itu ditambahkan Papuadii Gobai, jika pemerintah selesaikan masalah Rasisme dalam waktu yang tetap, maka kegiatan PON pasti akan laksanakan. Namun bila masalah Rasisme kepada orang Papua ini tidak usut tuntaskan, tim Posko Umum sudah ada untuk batalkan PON 2020 di Jayapura.

“Munurutnya mengatakan, jangan sepelehkan masalah Rasisme, karena sebagian Mahasiswa dan masyarakat sedang korban, dimana keadilan, dimana kasih sayang terhadap Mahasiswa dan masyarakat,” ucapnya.

Dari sejak awal kata Rasis kepada mahasiswa yang telah korban Rasisme di Surabaya sampai saat ini mereka sama-sama menangis. Ini hanya karena mereka derita, bahkan mereka menangis justru semua pejabat Papua dan Papua Barat sampai saat ini korban Rasisme disepelehkan.

Selain itu dikataka Jerry Wenda, “mereka Ada penentu masa depan Papua, perlu usut tuntas masalah rasisme yang telah terjadi terhadap Masyarakat dan Mahasiswa Papua, dan lebih khususnya untuk kulit Hitam rambut keriting di seluruh dunia, tapi yang dirasakan hanya kami di Papua saja,” pintanya.

Yang sangat disayangkan ialah bagi mereka yang jadi korban akibat Rasisme yang telah terjadi. Pemerintah Provinsi bahkan Pemerintah daerah coba lihat jeritan anak-anak Pribumi Papua yang sedang mengadu, dan sedang larah akibat dinamakan Rasisme kepada martabat Ras suku dan bangsa Papua.

“Jika orang tua adalah Wakil Allah dirumah, maka pemprov dan pemda setempat adalah orang tua dari mahasiswa-mahasiswi ini, dan pada umumnya masyarakat Papua. Jika itu, semua jeripaya kalian pasti akan dihitung,” jelas Wenda. (*)

(Jelata News Papua / Boas Yoni M. Yogi)