Home Puisi Kolonial Algojo Menggerogoti Kekayaan Alam dan Manusia Papua

Kolonial Algojo Menggerogoti Kekayaan Alam dan Manusia Papua

125
Tanah Papua ,JNP

Puisi Oleh : Eliaser E Pigai

KEKAYAAN ALAM

Hancurnya

Bom menggoncar bergerak menggelega

Kemewaam alam terhancur

Tak ada yang tersisa

Rimbah raksasa terhangus habis

Api buatan bukan musim kemarau

Burung-burung yang berkicauan

Serta hewan-hewan dapat terusir

Yang ada hanyalah  asap gelap pekat, arang

Asap gelap pekat mengudara

Arang menghitam menggelapi seluas alam

Rampasnya;

Mesin raksasa menggigit tanah

Jadinya terowongan

menyedot sejuta hasil bumi

Tikus berdasi merajalela

Menggerogoti kekayaan

Mereka disana semakin kaya

Berjalan sebelah mata

Tanpa melihat peristiwa

Tanpa membuka mata suci

Tanpa sifat kemanusiaan

Seenak-enaknya sedang nikmati disana

Tak perna kenyang perut mereka

Meski permata habis ditelangnya.

MANUSIA 

Terdengar bunyi petasan

Di kala siang malam

terpandang mendengar buniyi

Nyatanya bunyi senjata api

Pelurunya terus menelusuk di badan

Dara Kian mengalir

Seluas hijauan suda jadi merah

Mereka yang sedang berjuang berkoar

Dapat terhancur

Kandas ditenga kecoroboan

Peti kematian suda tak dimengerti

Ribuan orang suci telah mati

Algojo terus menyiksa sembari menari

Dosa suda tidak diperhitungkan

Karna telah buta oleh keduniawan

Takdir tak salah pun disalahkan

Karna Tuhan itu tidak punya mata

Nyawa hanya diargai sebulir embun

Sebagai sebua nestapa diujung kenangan

Namun disini ia cacatkan sejara

Yang pantas disebut pahlawan

Nafas yang terenga

Jantung yang takperna lelah

Semangat yang berkobar

Walau daranya mengalir

Kata-kata yang lempar dengan penu kesedian

Membelah kebenaran

Jerit tangis menyatu

Merdeka yang ditunggu

Nyatanya kematian yang bertemu

Pancasila dan UUD hanya penipuan belaka

Wahai kaum yang tertindas Terus Berjuang…!

Walau nyawa jadi taruan

Demi merdeka yg kita inginkan, rindu.