Home Berita KNPB Nabire: C-19, Kesempatan Bagi OAP Untuk Kembali ke Pola Hidup Leluhur

KNPB Nabire: C-19, Kesempatan Bagi OAP Untuk Kembali ke Pola Hidup Leluhur

46

NABIRE, JELATANP.COM – Kami Badan pengurus serta seluruh anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah teluk Cendrawasih  Nabire pada kesempatan ini, kami mengajak seluruh rakyat Papua barat yang berdomisili di Nabire, pada umumnya seluruh rakyat Papua Barat dari Sorong hingga Samarai agar sementara situasi masih dalam lockdown juga fakultatif lagi libur, atas Nama KNPB, kami sampaikan bahwa ini kesempatan bagi kita Orang Asli Papua (OAP) untuk bagimana kita harus kembali ke pola hidup kita yang sebenarnya atau kembali ke kehidupan Leluhur kita dengan mengolah lahan kita yang ada untuk menanam petatas, singkong, keladi, sagu dan lainnya, supaya hidup kita kedepan tidak kehilangan hasil lokal yang ada diatas tanah ini,” Hal ini dikatakan Ekapiya Yeimo yang sebagai badan pengurus KNPB wilayah Teluk cenderawasih Nabire saat ditemui awak media ini di kediamannya 22/20 siang pekan ini.

Yeimo berharap, rakyat Papua Barat yang sering naik turun melintasi jalan trans Papua dengan menggunakan kendaraan Roda dua maupun roda 4 itu juga segera hentikan, sebab menurut Yeimo, selama beberapa hari yang lalu kami dari KNPB melihat itu ratusan rakyat yang ramei-ramei berbondong-bondong ke ke pertigaan wadio dengan tujuan mau naik ke Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Ke Intan Jaya,” Itu segera hentikan”

Menurut Yeimo, ” apabila kita ramei-ramei berkumpul disatu seperti yang beberapa waktu lalu ini di Pertigaan wadia tujuan naik keatas itu hati-hati sebab Covid-19 itu tidak memang siapa kita.

Kami berharap pemerintah daerah ke-4 Bupati  di wilayah adat Meepago segera hentikan naik dan turun melintasi jalan trans Papua, ini aneh! Malah aturan lockdown mereka yang buat ko mereka sendiri tidak patuhi pada aturan itu.

Kami juga sampaikan apapun yang dilakukan oleh Ke-4 Pemerintah Daerah di wailayah adat meepago itu salah, karena mereka sendiri tidak patuhi aturan Lockdown dan kami mohon Pemerintah daerah yang memobilosasi rakyat untuk naik ke Pedalaman itu pada beberapa waktu lalu itu “salah” karena pedalaman itu daerah yang dingin. bila penyebaran pandemi Covid-19 sampai masuk di Pendalaman maka covid-19 akan bertahan lama dan akan meyebar luas ke Rakyat, “Kata yeimo.

Saya secara pribadi berharap kepada rakyat papua barat harus berkebun untuk melawan pandemi Covid-19 untuk menjaga kesehatan kita, maka dengan itu KNPB menghimbau rakyat agar sementara pandemi Covid lagi semakin bertambah drastis tidak boleh sekali-lagi mengkonsumsi makanan yang didatangkan dari luar, karena itu belum tentu barang yang sudah terkontaminasi dengan Virus Corona.

Sekarang yang kita dengar itu hanya orang pendatang yang terinfeksi Covid-19 ini jelas pantas terjadi karena memang wabah ini datang dari luar papua, maka itu saya pesan hanya satu 3 point yaitu

1. Rakyat Papua Barat tidak boleh naik turun melintasi jalan Trans Papua Nabire-Ilaga

2. Rakyat harus berkebun

3. Rakyat harus Makan hasil lokal kita sendiri

Salah satu warga Nabire Jhony iyai menanggapi himbauan KNPB tersebut, “benar apa yang disampaikan ketua KNPB wilayah Nabire. Saya sebagai warga, apa yang disampaikannya demi keselamatan Hasil lokal kita dan demi keselamatan kita sendiri.

“Selama ini ratusan warga yang sering naik turun dengan cara mendaftarkan nama saja ke polres Nabire  untuk naik ke Pedalaman seperti ke Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan jaya itupun saya minta hentikan, kalau kita biarkan rakyat terus melintasi jalan Trans itu maka, yang jelas penyebaran covid ini akan menyebar ke dalam hidup rakyat di daerah dingin itu,”ujarnya iyai.

Jelata News Papua/Aleks Waine