Home Meepago KNPB Deiyai Menyerukan Segera Bebaskan 7 Tapol Papua di Balikpapan.

KNPB Deiyai Menyerukan Segera Bebaskan 7 Tapol Papua di Balikpapan.

163

Deiyai, jelatanp.com —  Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Deiyai dalam jumpa pers yang diterima Media jelatanp.com, Sabtu, 13 Juni 2020 menyerukan Pemerintah Republik Indonesia segera membebaskan 7 Tapol Papua yang didakwa makar di pengadilan Balikpapan-Kalimantan Timur,  sebab mereka adalah korban rasisme bukan pelaku rasis

Sejak penangkapan sampai proses persidangan terhadap tahanan politik korban rasisme KNPB menilai memberatkan Korban dan berupaya mengkiriminalisasi terhadap para penjuang harkat dan martabat kemanusiaan

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Deiyai juga menolak tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada tujuh tahanan Politik Papua terkait tuntutan penjara yang didakwa dengan pasal berbeda-beda

Buchtar Tabuni dituntut 17 Tahun penjara, Agus Kossay dituntut 15 Tahun Penjara, Stevanus Itlai dituntut 15 Tahun penjara, Alexander Gobay dituntut 10 Tahun Penjara, Ferry Kombo dituntut 10 Tahun penjara, Irwanus Uropmabin dituntut 5 Tahun penjara dan Hengky Hilapok dituntut 5 Tahun penjara.

Dimana melalui proses peradilan Jaksa Penuntut Umum menuntut belasan tahun penjara (5-17). Penuntutan pemenjarahan ketujuh Tapol tersebut sudah dinilai dan dianggap tidak memihak dan memberatkan korban rasisme dari pelaku rasisme

Merujuk proses hukum atas tuntutan JPU di pengadilan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Deiyai sebagai media nasional rakyat papua barat menyeruhkan sikap kepada pemerintah Negara Indonesia untuk:

  1. Presiden RI Indonesia, Joko Widodo segera bebaskan 7 Tahanan Politik Papua dan semua tahanan politik korban rasisme di seluruh Indonesia tanpa syarat
  2. Dengan tegas menolak upaya kriminalisasi terhadap Tapol korban rasisme dengan stigma makar dan menggiring ke pidana hukum yang berat.
  3. Dengan tegas kami sampaikan kepada Presiden Kolonial Indonesia bahwa, sesuai dengan arahan Dewan Komite HAM PBB untuk bebaskan seluruh Tahanan di belahan dunia akibat pandemi Covid-19 maka, Indonesia salah satu Negara Terdampak Pandemi Covid-19 sehingga segera bebaskan semua Tapol korban rasisme Papua tanpa syarat.
  4. Mendesak kepada Kejaksaan Tinggi Negeri Papua untuk stop diskriminasi terhadap 7 Tapol dengan alasan mengiring ke kasus Makar sebab mereka adalah murni korban rasisme.
  5. Kami menilai bahwa tuntutan yang diberikan terhadap 7 Tapol terdakwa dalam tuntutan 5-17 Tahun penjara merupakan diskriminasi terhadap 7 Tapol karena tidak sesuai Fakta persidangan yang terjadi di Balikpapan.
  6. Kami menolak segala macam bentuk diskriminasi rasis dalam bentuk apapun. Kami mendesak kepada Presiden Indonesia Joko widodo untuk segera mengusut tuntas pelaku Rasisme
  7. Kami mendukung Koalisi Advokad guna mendampingi proses hukum 7 Tapol Papua korban rasisme di Balikpapan.

Jelata News Papua/Ethus