Home Berita Kebutuhan itu menuntut, Nenek Tua ini Andalkan Hidupnya Kepada Tetangga

Kebutuhan itu menuntut, Nenek Tua ini Andalkan Hidupnya Kepada Tetangga

163

PAPUA, JELATANP.COM – Nenek Sugiah (80), Warga Kampung Babakan Nangka RT 02/07 Desa Karyabuana Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang Banten. Menjalani hidup sebatang kara di rumah gubuknya mengandalkan belas kasihan tetangga dan warga setempat dalam memenuhi kebutuhan kesehariannya.

Sejak ditinggal suaminya yang telah meninggal dunia, hidup mandiri dijalani Sugiah. Tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak, disana sini atap bocor ditambah lantai tak berubin dengan dinding bilik bambu yang terlihat lapuk termakan usia, menambah kepiluan serta keprihatinan setiap orang yang datang dan bersinggah di kediaman Sugiah.

Ketika bincang-bincang dengan awak media, Senin (27/4/2020), Nenek Sugiah mengaku semasa hidupnya belum pernah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten pandeglang, baik itu program keluarga harapan (PKH), BPNT ataupun Bantuan Lansia, apalagi program bedah rumah dari pemerintah setempat.

“Abdi Mah Can Pernah Menang Bantuan Nanaon Ti Pamarentah,” demikian dikatakan Sugiah dalam logat bahasa sunda yang diartikan kalau dirinya mengaku belum pernah dapat bantuan, dalam bentuk apapun dan dari mana pun, terlebih bantuan dari Pemerintah.

Bahkan menurut Sugiah, dirinya kerap dimanfaatkan oknum aparatur desa dan warga setempat yang meminta KTP dan KK dengan Iming-imingi akan diberikan bantuan.

“Sampe kadugi ayeuna geh abdi mah teuacan pernah menang bantuan timamana. Ayeuna mah pasrah bae kana nasib. Ari keur dahar tiap poe mah sok aya bae tatangga anu mere ngarasa karunyaeun mereunan kana abdi,” tutur Sugiah kalau dirinya sampai saat ini belum pernah mendapat bantuan dari manapun. Dan Sugiah mengaku pasrah akan nasib yang dialaminya. Kini dirinya untuk kebutuhan sehari hari hanya menunggu belas kasihan dari warga setempat.

Sementara ketika dikonfirmasi awak media Kabupaten Pandeglang, Seorang aparatur Desa Karya Buana yang enggan disebut namanya mengatakan, pihaknya berjanji tahun 2021 akan memasukan data rumah Sugiah pada Program Bedah Rumah.

Ditempat terpisah ketika Awak Media ini menghubungi melalui telepon selular guna meminta keterangan dari Kepala Desa Karya Buana, Namun disesalkan yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.

Jelata News Papua/Aleks