Home Kesehatan Kebakaran Posko Tim Gugus Tugas Covid-19 di Beam harus diungkap penyebabnya

Kebakaran Posko Tim Gugus Tugas Covid-19 di Beam harus diungkap penyebabnya

86

Lanny Jaya, jelatanp.com – Girmin Wenda, SE. M.Si. Kader Partai Bulan Bintang (PBB) mengatakan, kebakaran yang terjadi di Pos Utama Tim Gugus Tugas Covid-19 tidak jauh dari tempat Rapid Tes, sehingga Tim Relawan covid-19 mengeluarkan di media sosial pada tanggal, 10 Juli 2020 mengatakan bahwa “Kebakaran yang terjadi  merupakan tanpa diketahui pelaku Posko”.

Hal ini dari Fraksi Gabungan Ninawi Abua tidak masuk akal,  Karena pelayanan dan penjagaan Pos Utama covid-19 Kabupaten Lanny Jaya di Beam merupakan Bukan hanya Tim Relawan dan Tim Medis saja, tetapi ada TNI/POLRI juga bersama-sama dalam pelayanan berlangsung dan di tengah-tengah kekompakan dan kebersamaan yang sangat luar biasa disitulah terjadi Kebakaran.

Sehingga Wenda mengatakan, perlu ada keterbukaan substansi persoalan secara obyektif.

“Karena kebakaran ini, saya melihat di media sosial (Medsos) yaitu; WhatsApp, messenger, Facebook, Publik bertanya-tanya. Apakah terbakar atau dibakar?Jadi kalau terbakar apa penyebabnya tetapi kalau dibakar apa alasannya harus jelas agar Inti Persoalan bisa menjadi Evaluasi bagi Pemerintah sebagai lembaga Eksekutif dan Legistalif bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kab. Lanny Jaya.

Ketua Fraksi Perindo, Yeru Murib, S.IP. menambahkan, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom SE.M. Si. harus ada saling Koordinasi dan keterlibatan Dinas Perhubungan, Dinas Satpol PP dan TNI-POLRI agar agar hal itu kedepan tidak terjadi lagi.

“17 Juni 2020 sampai tanggal30 Juni 2020, 35 Orang Reaktif meningkat 35 Orang dan Masyarakat reaktif  dan dari tanggal 30 Juni sampai sekarang  berapa ini Tim Relawan dan Tim Gugus Tugas Covid-19 tidak diarahkan kembali ke Wamena untuk Karantinakan diri di rumah. Masyarakat yang Reaktif bahkan juga Non-Reaktif Naik Turun Wamena, Makan Bersama, Minum bersama, Duduk Bersama penyebaran sangat aktif sekali. Sehingga kekuatiran saya, apakah orang yang Reaktif ini dia sudah kategori dalam Lampu Hijau, Merah atau Kuning karena mereka belum Swap. Oleh sebab itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Lanny Jaya segera mengambil langkah efektif untuk menyelamatkan ini,” kata Murib.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gabungan Ninawi Abua juga mengatakan,  Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom SE. M.Si selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 melihat situasi riil yang sedang terjadi.

“Saya harap harus buat SOP agar menjalankan  Pelayanan sesuai Tupoksi mereka masing-masing dengan tujuan untuk  pemeriksaan Swap Masyarakat Reaktif  yang dibiarkan ini,” tegasnya.

(Jelata News Papua/Akia Wenda)