Home Artikel/Opini Janda Selalu Terdepan, Hoax Atau Fakta?

Janda Selalu Terdepan, Hoax Atau Fakta?

73

Status janda belum tentu kalah bersaing dengan mereka yang berstatus masih belum nikah. Di medsos, jargon “janda selalu terdepan” tersebar luas, dari gambar hingga grup facebook, senin (4/5/2020).

Ada 2 hal yang menyebabkan munculnya status janda, ketidak cocokan hidup berumah tangga, dan kematian. Namun, dari kedua hal tersebut, yang paling banyak di ekspose di medsos adalah ketidak cocokan hidup berumah tangga.

Benarkah janda selalu terdepan, untuk mengetahui kebenarannya, kontak dengan nara sumber yang berstatus janda dilakukan.

Sebut saja Bunga, mengaku berasal dari Gresik, berusia 29 tahun, serta memiliki 2 anak yang masih berusia 8 tahun dan 5 tahun.

Ia berpisah 2 tahun lalu dengan suaminya, disebabkan ketidak cocokan. “Kartu merah” terpaksa dikeluarkan Bunga, usai suaminya dinyatakan melanggar aturan berumah tangga, karena tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Usai berpisah, ia lantas banting setir menjual hasil kerajinan anyaman bambu. Produk anyaman bambu itu sebagian hasil kerajinannya, dan sebagian lainnya diambil dari orang lain.

“Di awal-awal sempat sulit, listrik nunggak, air nunggak, telepon di putus. Hubungan orang tua sempat putus, saudara putus, sekarang tidak lagi. Usaha sudah mulai lancar, bisa untuk membayar ini itu,” ungkap Bunga.

Menurutnya, janda lebih teruji ketimbang mereka yang belum pernah nikah, dari mencari pasangan yang menjamin masa depan, hingga mampu hidup mandiri.

Selain itu, janda sudah pernah merasakan merawat dan mendidik anak, menjalin komunikasi dengan mertua, mengurusi suami, serta mengurusi serba serbi rumah tangga, seperti memcuci hingga menyetrika pakaian.

Sementara itu, nara sumber lainnya, sebut saja Mawar, mengaku berasal dari Sidoarjo, berusia 28 tahun, dan memiliki 1 anak yang berusia 6 tahun. Mawar sudah berpisah 3 tahun lalu, usai ia memergoki suaminya bersama wanita lain di salah satu mall di Surabaya.

Ia menolak asumsi yang menyebutkan janda ada di balik perpecahan rumah tangga. Hal itu merujuk hubungan yang pernah ia lakoni, justru sebaliknya, suami merekalah yang masuk dalam kehidupan rumah tangganya.

Setahun lalu, Mawar mengaku pernah menjalin hubungan dengan pria yang sudah beristri, namun hubungan itu hanya sebatas pertemanan, karena memang keduanya berada dalam satu areal ruang kerja.

Tak butuh waktu lama, Mawar menyatakan “off side” kepada pria tersebut, karena sudah melampaui garis pertemanan. Ia lantas memperingatkan pria itu, agar tidak lagi datang ke rumahnya.

“Dia yang nembak saya, bukan saya yang nembak. Saya tahu, dia sudah punya istri, saya tidak kepikiran ke urusan yang jauh. Saya tidak pernah ngundang dia, tapi dianya yang datang,” ujar Mawar.

Ia menegaskan, janda jauh lebih berpengalaman ketimbang mereka yang belum pernah berkeluarga, dari ciri-ciri suami berselingkuh, hingga tanda-tanda ada wanita lain yang masuk dalam kehidupan rumah tangga.

Kedua nara sumber tersebut memang bukan suara perwakilan, tetapi setidaknya ada gambaran di balik jargon janda selalu terdepan. Benar tidaknya, tergantung pandangan masing-masing, di ambil postifnya, dan diabaikan negatifnya.

 

Malang, 4 Mei 2020

Oleh: Mbah Basiyo