Home Hukum Ham IPPB Minta 7 Tahanan Korban Rasisme Dibebaskan Tanpa Syarat

IPPB Minta 7 Tahanan Korban Rasisme Dibebaskan Tanpa Syarat

92

Jayapura, jelatanp.com – Ikatan Pelajar Pegunungan Bintang (IPPB) meminta Pemerintah Indonesia untuk membebaskan Tujuh Orang Tahanan Korban Rasisme yang sedang menjalani proses hukum di balikpapan, Kalimantan Timur karena Mereka bukan pelaku rasis.

Hal tersebut disampaikan oleh IPPB pada pekan lalu di Sentani.

Dijelaskan, peristiwa rasisme yang melanda orang Papua lewat Mahasiswa di Surabaya bermula dari rasis yang dilakukan oleh TNI,POLRI, POL PP, dan Ormas Reaksioner di Surabaya-Jawa Timur pada tanggal 15-17 Agustus 2019. Namun, yang ditangkap dan dikriminalisasi menggunakan pasal makar ialah para Mahasiswa dan Aktivis yang melakukan aksi menolak  rasisme tersebut. Sehingga sesegera mungkin mereka harus dibebaskan tanpa syarat.

“Berdasarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Papua, ada yang 17’15’10 dan 5 tahun penjara untuk Tujuh Tahanan Korban Rasisme yang sangat berbeda jauh dengan putusan terhadap Surya Anta Dkk, serta tahanan korban rasisme lainya yang sebagian sudah di bebaskan dengan hukuman penjara maksimal  9 bulan. padahal mereka semua merupakan tahanan korban rasisme sehingga tahanan korban rasisme harus dibebaskan semuanya sebagaiman Surya Anta Dkk. ” tutur IPPB.

Ada pun Tujuh Tahanan Korban Rasisme yang ditahan dan yang sedang jalani proses Hukum di Kalimantan Timur hingga saat surat tuntutan JPU Papua turun adalah Buctar Tabuni dituntut 17 Tahun Penjara, Agus Kosay dituntut 15 Tahun Penjara, Stevanus Itlai dituntut 15 Tahun Penjara, Alexander Gobay dituntut 10 Tahun Pejara, Irwanus Uropmabin dituntut 5 Tahun Penjara, dan Hengky Hilapok dituntut 5 Tahun Penjara.

Berikut ini adalah 3 Pernyataan Sikap yang disampaikan IPPB.

  1. Segera hentikan kriminalisasi yang dilakukan oleh KAPOLRI terhadapn Seluruh Tahanan Korban Rasisme Terlebih Khusus 7 Tahanan Di Balikpapan
  2. Presiden Republik Inonesia segera bebaskan tujuh tahanan korban rasisme di Balikpapan, karena mereka bukan pelaku rasisme tetapi korban rasisme yang dikriminalisasi oleh KAPOLRI menggunakan pasal makar dengan mengalihkan isu rasisme ke Isu Kriminal dan Isu Politik Pembebasan Nasional Papua Barat.
  3. Tangkap dan proses segera semua pelaku rasisme terhadap Rakyat dan Bangsa Papua melalui mahasiswa di Surabaya tanpa terkecuali.