Home Lapago Ini Pernyataan Sikap Forum Peduli SDM Jayawijaya

Ini Pernyataan Sikap Forum Peduli SDM Jayawijaya

38

Wamena, jelatanp.com – Forum Peduli sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Jayawijaya menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayawijaya pada Senin (22/06/2020) lalu.

Dalam aksi ini, Hengky Hilapok selaku Penanggung Jawab aksi mengatakan, anak-anak pribumi Jayawijaya harus diprioritaskan untuk sekolahkan merekka di luar negeri entah kedokteran, pilot dan sejenisnya.

Jalur Adem dan Afirmasi adalah diperuntukan orang yang latar belakang orang tuanya tidak mampu, sehingga yang harus diprioritaskan adalah anak-anak yang latar belakang orang tuanya tidak mampu.

“Namun kami menilai bahwa, pemerintah sedang menjadikan lahan bisnis di jalur-jalur itu. Saat ini di jalur-jalur itu anak-anak pejabat dan yang punya uang saja sedangkan anak-anak petani tidak diprioritaskan,” ungkapnya.

Lanjutnya, jika Aksi hari ini tidak ditindaklanjuti, maka mereka akan turun aksi lebih besar dari hari ini. Dirinya tekad akan palang di seluruh sekolah-sekolah maupun kampus yang ada di Wamena.

“Kami dari Forum Peduli SDM Jayawijaya melihat dengan isu Covid -19 telah mendunia dan merajalela di Indonesia pada khususnya di kabupaten Jayawijaya Papua, sehingga kami pelajar dan mahasiswa merasa dikorbankan. Oleh sebab itu, kami meminta kepada Pemerintah memprioritaskan hak-hak anak-anak pribumi demi keselamatan SDM Kabupaten Jayawijaya. Karena fakta yang terjadi adalah yang mau lanjut jalur nasional contohnya; ADEM, AFIRMASI, SNMPTN, SBMPTN.”

Lanjutnya lagi, “Jalur Nasional ini pemerintah sedang jadikan lahan bisnis dalam hal ini dinas terkait, sehingga adik-adik kami yang latar belakang orang tau ekonominya lemah sangat dikorbankan, pada hal mereka itu adalah aset kedepan kabupaten Jayawijaya.”

Oleh karena itu massa aksi menuntut 5 poin prioritas kepada pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebagai berikut:

1. Mahasiswa-mahasiswi Jayawijaya harus diprioritaskan Beasiswa dari semester tiga sampai semester akhir, seperti kabupaten-kabupaten pemekaran.
2. Anak-anak Jayawijaya yang punya IPK-nya tinggi, Pemda harus prioritaskan lima atau sepuluh orang harus kuliah di luar Negeri, karena kami di Jayawijaya adalah kabupaten induk dari beberapa kabupaten, namun persaingan SDM anak asli Jayawijaya sangat minim, sehingga Pemda Jayawijaya menanggapi hal ini secara serius.
3. Pendidikan jalur Nasional antaranya; ADEM, AFIRMASI, SNMPTN, SBMPTN, jalur-jalur ini pemerintah sedang menjadikan lahan bisnis dalam hal ini dinas terkait, sehingga adik-adik kami yang latar belakang orang tua ekonominya lemah sangat dikorbankan, padahal Meraka adalah aset masa depan Jayawijaya.
4. Jalur IPDN di Kabupaten Jayawijaya diprioritaskan 40 orang mewakili 40 Distrik di setiap tahun.
5. Akses penerbangan harus dibuka dan harga tiket diturunkan agar adik-adik kami bisa mendaftar langsung di maaing-masing perguruan tinggi.

“Apabila tuntutan tak diindahkan sesuai harapan kami, maka kami akan mengundang massa lebih besar dan kasih brutal di Kabupaten Jayawijaya, karena kami anak negeri dikorbankan oleh pemerintah dan membunuh karakter generasi secara sistematis.”

Reporter: Teba Hisage
Editor: Ibo Goo