Home Lapago Hernison Kogoya: Kami sangat Kecewa dengan Hasil Kelulusan CPNS Formasi 2018

Hernison Kogoya: Kami sangat Kecewa dengan Hasil Kelulusan CPNS Formasi 2018

270

Lanny Jaya, jelatanp.com Ketua Forum Peduli Pembangunan Kabupaten Lanny Jaya, Hernison Kogoya,S.IP saat dikonformasi media ini pada 4/8/2020 lalu mengatakan, Formasi CPNS Kabupaten Lanny Jaya benar-benar terjadi diskriminasi, karena banyak Anak Lanny Jaya tidak lulus tes CPNS formasi 2018. Padahal menurutnya, banyak anak Lanny Jaya yang masih nganggur, baik lulusan dari SMA sampai Sarjana.

“Jadi anak Lanny Jaya banyak yang sarjana di bidang kesehatan seperti perawat atau bidan,hukum, pendidikan SMA dan bidang profesi lainnya, tetapi itu diisi oleh Non Papua/Non Lanny Jaya. Padahal anak asli Lanny Jaya tidak tinggal diam malah mereka  membantu pemerintah (honor). Dilihat dari hasil formasi tahun 2018, kami benar-benar kecewa dan menolak hasil ini. Lalu bagaimana nasib anak asli Lanny Jaya di atas tanah dan negerinya sendiri, kata Hernison Kogoya.

Kogoya mau agar anak asli daerah menjadi Tuan dan berkarya di atas negerinya sendiri. Ia mengakui, saat ini anak asli Lanny Jaya mengharapkan CPNS karena pemerintah Lanny Jaya belum ciptakan lapangan kerja seperti perusahaan dan lain lain, sehingga pencaker semua menunggu CPNS. 

“Sehingga, kami sagat kecewa, mengapa pemerintah menelantarkan anak asli, sementara orang-orang yang kerja di BKD semua anak daerah dan ini permainan siapa? FPP-KL hadir untuk mengkritisi dan memberikan solusi untuk pembangunan kabupaten Lanny Jaya, maka kami berhak mengkritisi kelalaian pemerintah dalam mengangkat dan memberdayakan anak asli daerah.”

Ia menyebutkan, forum ini hadir di kabupaten Lanny Jaya sejak 2008, dan dalam setiap kali ada formasi penerimaan CPNS, FPP-KL  terus memonitoring kinerja pemerintah.

Namun pada formasi 2009 benar kami tidak bersuara karena pengurus mempuanyai kesibukan, sejak itu forum dipimpin oleh Tanus Kogoya sebagai ketua dan Nioluen Kotouky sebagai sekretaris. Mereka juga sekaligus pendiri bersama intelektual lainnya. Jadi tidak benar bahwa, ada oknum yang berkata baru bangun ataupun baru bangun tidur dari mana saja kepada forum ini.”

“Kami berharap kepada kepala BKD dan Bupati Lanny Jaya, kedepan selama anak Lanny Jaya masih nganggur tidak boleh membuka Formasi umum terkecuali formasinya sama sekali tidak ada anak daerah Beam-Kwiyawagi.”

Sementara itu, Bupati Befa Yigibalom (Cepos, 4/8/2020) menegaskan, sebanyak 20% kuota pengangkatan CPNS Tahun 2018 bagi pendatang di Kabupaten Lanny Jaya akan dibatalkan. Penegasan ini disampaikan menyusul penetapan hasil kelulusan CPNS bagi kabupaten Lanny Jaya yang diumumkan beberapa hari lalu, disinyalir terjadi kesalahan pengisian formasi.

Menurut Befa, mekanisme dan tata cara perekrutan seharusnya memprioritaskan orang asli Papua, khususnya Lanny Jaya. Namun bila formasi yang dibuka nantinya tidak ada anak-anak Lanny Jaya yang melamar atau tidak mimiliki ijazah sesuai formasi tersebut, maka diperbolehkan diisi oleh Non OAP.

Reporter: Akia Wenda
Editor: Ibo Goo