Home Sosial Politik DAP Dogiyai Ajak Pemda Tolak Otsus Jilid II

DAP Dogiyai Ajak Pemda Tolak Otsus Jilid II

141

Dogiyai, Jelatanp.com – Dalam Mimbar bebas ini, atas nama Dewan Adat Papua di Kabupaten Dogiyai, mengajak pemerintah daerah provinsi, kota dan kabupaten diseluruh tanah Papua untuk bersatu bersama aktivis pejuang Papua Merdeka, menolak perpanjangan otonomi khusus (otsus) jilid-II, hal ini dikatakan Alex Pakage sekertaris DAP Kabupaten Dogiyai di aksi Mimbar bebas depan ribuan rakyat Dogiyai.
Lanjutnya Alex, “Rakyat tersisa ini kita harus selamatkan. Untuk selamatkan rakyat tersisa ini, kita harus tolak Otonomi Khusus (Otsus) Jilid – II.
Kami Dewan Adat Papua di Dogiyai melihat, otonomi khusus yang dikasih dari Jakarta itu dengan cara yang penuh dengan racun, karena dengan begitu, orang Papua mulai dari anak-anak, rakyat sipil, bahkan pejabat terus berjatuhan tanpa cerita yang jelas.
“Dengan pengalaman itu, kami Dewan Adat Papua di Kabupaten Dogiyai menolak perpanjangan otonomi khusus karena sisa yang ada nanti mati habis, “kata ale.”
Dengan yang masih tersisa ini, kami mau menentukan hak penentuan nasib sendiri diatas negeri kami, “tutupnya.”
Germanus Goo ketua Dewan Adat Papua (DAP) atau lembaga kultur orang Mee di Kabupaten Dogiyai ini menambahkan, “Saya adalah ketua Dewan Adat atau ketua lembaga Kultur orang Mee yang menjabat sejak 1992, saya bertanya kepada Pemerintah baik Pemerintah eksekutif mau legislatif bahwa beberapa wilayah di Papua telah siapkan Peti mati otonomi khusus (Otsus) yang nantinya siap akan mengembalikan kepada pemerintah itu sendiri.
Apakah pemerintah siap menerimanya untuk selamatkan rakyat tersisa ini.
Maka, pada momen ini, Ketua Dewan adat, Lembaga Kultur Orang Papua di Dogiyai ini ajak Pemerintah daerah setanah Papua mulai dari Gubernur Papua dan Papua Barat, Walikota Papua dan Papua Barat serta para Bupati sampai ke Kepala-kepala Kelurahan atau Desa untuk bersatu bersama menolak perpanjangan otonomi khusus (Otsus) Jilid-II.
Ia berharap dengan tegas bahwa tidak boleh menyesahkan dana Otsus berjilid-jilid dalam sidang maupun Menandatangani RKH.
Apabila dikemudian hari ada Pejabat daerah yang ikut menandatangani RKH dana Otsus maka saya berani perintahkan anak-anak untuk amankan pejabat tersebut.
Menurutnya adalah, siapa pun dia (Pejabat) yang akan menandatangani Pengesahan Dana Otsus adalah, aktor pembunuh manusia Papua di seluruh tanah Papua.
Maka itu, saya atas nama Dewan Adat Papua di Kabupaten Dogiyai secara tegas sidang perubahan itu tutup, tegasnya.”
Jelata News Papua/Aleks