Home Artikel/Opini Cerita Rakyat Mee Papua Yang Semakin Terlupakan

Cerita Rakyat Mee Papua Yang Semakin Terlupakan

204

Oleh: Eliaser E. Pigai

Papua memiliki beragam kekayaan adat budaya, salah satunya cerita rakyat papua suku mee. Suku Mee papua memiliki ratusan cerita rakyat kenyataan nenek moyan pada masa dahulu kala yang di dongenkan secara turun-temurun. Kini keberadaan cerita rakyat tersebut semakin dilupakan oleh masyarakat. Masyarakat lebih tertarik menonton film dan dongen dari lur melalui televisi, media sosial dan lain-lainnya.

Namun cerita rakyat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal. Cerita rakyat mengandung banyak motivasi. Motivasi yang terulang dalam cerita rakyat sangat mendidik. Motivasi tersebut bermanfaat bagi generasi muda Mee Papua.

Cerita rakyat bagi suku Mee Papua sudah menjadi, budaya sejak dahulu. Selama ini terpendam dalam komunitas Bunani Mee dan cerita rakyat hanya ada dalam ingatan orang tua atau tukang cerita dalam lingkungan mereka sendiri sama seperti bahasa Mee, cerita rakyat juga menjadi identitas suku Bangsa Mee Papua, pada umumnya budaya luhur Bangsa Papua.

Keberagamaan suku dan bahasa di Papua turut memperkaya cerita rakyat yang ada. Namun, sering pergeseran budaya, cerita rakyat yang jumlahnya mencapai ratusan itu secara perlahan mulai terancam punah dari sejara peradaban Papua. selain semakin sedikitnya penutur cerita rakyat, harus globalisasi semakin gencar juga turut andil besar dalam proses pemusnahan cerita rakyat itu.

Media elektronik yang mengangakat cerita-cerita dari luar menjadi factor utama pergesekan keberadaan cerita rakyat Papua. Padahal belum tentu cerita dari luar itu sesuai dengan budaya Mee Papua. Usaha yang dapat dilakukan untuk menyangkal kehilangan identitas diri dan budaya bangsa adalah menggale dan menpopulerkan kembali cerita rakyat Mee Papua.

Karena terlihat dengan perkembangan sekarang, orang Papua lebi kusus Suku Mee sudah tidak bisa, sudah terpengaruh dengan berbagai perilaku modern, kita harus bersemangat untuk menggali cerita- lcerita rakyat yang sudah di dongenkan oleh orang-orang tua kita pada jaman dahulu. Dengan maksud yang jelas. Seban orang tua kita pada jaman dahulu kala sudah di dongenkan. Sebagai cermin kehidupan yang akan terjadi pada masa depan sebagai contoh “Awigi Popo Uwagi Popo”. Secara praktis masa kini sudah sedang terwujud.

Maka itu, Khusus bagi Suku Mee sangat muda menggalih cerita rakyat Mee Papua. Sebab, ada (Emaa Owaa) ‘rumah Laki-laki’. Rumah tersebut, dibangun dari bahan tradisional serta layak masuk dalam rumah tersebut hanya laki-laki. (Emaa Owaa) sebagai tempat diskusi cerita rakyat adat budaya serta motivasi. Bagi kita Suku Mee Papua, maka jangankan (Ema Owaa) sebagai tempat menular penyakit-penyakit dari luar. artinya bahwa jangan campur baur dengan adat budaya luar. Jika kita generasi mudah tidak mampu menggale cerita rakyat Panggillah orang tua yang bisa menggale cerita rakyat Mee Papua, dan orang tua kita yang suka berdiskusi.

Dan juga Pemerinta harus membangkitkan kembali gairah kecintaan Masyarakat terhadap cerita rakyat Mee Papua, salah satunya dengan adanya penyembara penulisan cerita rakyat Mee Papua . dengan demikian, kekawatiran terhadap dampak negatif era globalisasi dan pasar bebas yang menyerbu Papua dapat di tangkal dengan penuh kepercayaan diri. Jadi, kita tidak akan kehilangan identitas budaya yang menjadi kebanggaan Suku Mee atau pada umumnya Bangsa Papua.

Penulis adalah Mahasiswah Papua yang kuliah di Jayapura Papua.

Penulis : Eliaser Pigai
Editor : Boas/JNP