Home Meepago Bupati Deiyai: Sebagian Masyarakat Masih Trauma

Bupati Deiyai: Sebagian Masyarakat Masih Trauma

171
0

Deiyai, jelatanp.com — Solidaritas Anti Rasisme (SAR) bersama rakyat Papua di Deiyai turun jalan untuk menentang dan menolak rasisme yang dilakukan ormas reksioner bersama TNI/Porli di Surabaya pada 28 Agustus 2019 lalu hingga berakhir rusuh, dalam insiden tersebut banyak warga sipil dan satu TNI/Porli tewas, selain itu banyak warga sipil dan beberapa TNI/Porli alami luka-luka, dan hingga kini masih ada warga sipil sedang berada dalam tekanan trauma

Insiden tersebut membawa luka dan resah [trauma] hingga kini banyak warga sipil di Deiyai yang masih berada dalam tekanan jiwa [takut], dan lebih lagi saat-saat bertemu dengan aparat berpakaian loreng lengkap membawa senjata dan masih ada sebagian masyarakat sedang berada dalam konsidi trauma

“Hingga sampai sekarang masih ada sebagian masyarakat mengalami trauma”

Hal itu diungkapkan Bupati Deiyai, Aten Edowai, secara terbuka dihadapan masyarakat, ASN dan TNI/Porli pada kesempatan “Ibadah Natal Gabungan” Pemda, TNI/Polri, ASN bersama masyarakat pada Selasa,14/1/2020, di Aula Kantor DPRD Kabupaten Deiyai.

Selain itu menurut laporan warga yang diterima Bupati, oleh Aparat TNI/Porli melakukan aksi-aksi sweeping seputar , dirinya menegaskan kepada TNI/Porli untuk tidak menakut-nakuti masyarakat dengan aksi sweeping yang selama ini dilakukan aparat di Deiyai

Untuk 9 orang warga sipil yang sedang ditahan di rumah tahanan Porles Nabire terkait rasisme pada Agustus 2019 lalu dikatakan Bupati Deiyai sedang dalam upaya-upaya pembebasan, untuk itu ia berharap agar dukungan doa dari masyarakat sangat dibutuhkan

“Kami sedang kerja, untuk itu masyarakat jangan lupa berdoa”, Ungkapnya

Dalam insiden di Deiyai tersebut Gereja Katolik, SKP Dekenat Paniai Keuskupan Timika mencatat ada 8 orang warga sipil tewas dan 1 TNI tewas, korban tewas itu diantaranya, Warga sipil 1.Abinadab Kotouki (24), Hans Ukago (25), Marinus Ikomou (35), Alpius Pigai (29), Derison Adii (24), Pilemon Waine (19), Yemi Douw (23), Yustinus Takimai (17) sementara dari TNI Serda Ricson (33)
Selain itu dalam insiden tersebut juga Gereja Katolik melaporkan 39 Warga sipil dan 5 Anggota TNI/Polri mengalami luka-luka dan Sementara, 9 warga lainnya di tahan dan diproses hukum.

Bupati juga menghimbau agar Kamtipmas di Deiyai mengawal bersama, jangan ada korban seperti insiden Agustus 2019 lalu. (Gustik/Jelata News Papua)