Home Berita BPBD Deiyai Salurkan Bantuan BAMA Kepada Warga Dua Kampung yang Kena Bencana...

BPBD Deiyai Salurkan Bantuan BAMA Kepada Warga Dua Kampung yang Kena Bencana Banjir

136

Deiyai, Jelatanp.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deiyai salurkan bantuan Bahan Makanan (BAMA) kepada dua Warga kampung yang terdampak Banjir, yakni Kampung Matadi dan Kampung Demago Distrik Tigi Barat Pekan ini, (07/08/20)
BPBD Kabupaten Deiyai salurkan BAMA, Beras sebanyak satu stengah tong, Mie Instan Sebanyak 70 kartong, Gula sebanyak 600 Bungkus, Kopi sebanyak dua belas kartong, teh sariwangi sebanyak duabelas kartong, minyak goreng duaratus botol, ajinomoto Sembilan puluh pak, gram sembilan puluh pak. Ini dibagi secara keseluruhan Sembilan Puluh Kepala keluarga (KK), sebab dari Kampung Matadi sebanyak ada sepuluh kepala keluarga Terus untuk Kampung Demago sebanyak ada Delapan puluh kepala Keluarga.

Saat Pembagian BAMA. foto, JNP

Beatus Waine Sekretaris BPBD Kabupaten Deiyai menyatakan, ” bantuan yang disalurkannya sesuai data yang diambil di TKP pada beberapa waktu lalu, dan semua bukti kami sudah Arsipkan di kantor BPBD Kabupaten Deiyai.
Lanjutnya, “Bantuan bahan Makanan (BAMA) yang sudah disalurkannya melalui BPBD adalah, bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai terhadap warga korban banjir bandang di kampung Demago dan kampung Matadi.
“semoga bantuan yang diberikan Oleh pemda Kabupaten Deiyai melalui BPBD hari ini, dapat menjawab kebutuhan hidup warga daripada krisis Ekonomi, “tutupnya waine”.
Salah satu warga Asal kampung Demago, Amos Waine Menanggapi, banjir bandang ini Terjadi dalam setahun sekali, mulai dari awal bulan Juni hingga Akhir bulan agustus. Apabila tahun-tahun mendatang Kembali terjadi, dirinya mengaku akan diutuskan perwakilan warga beberapa orang ke BPBD untuk melaporkan, bahwa banjir bandang kembali terjadi.
Menurutnya, “agar pihak BPBD langsung turun ke lapangan untuk mendata bahwa, berapa banyak kebun dan rumah milik warga yang tergenang banjir bandang itu, “katanya amos”.
Jelata News Papua/Aleks