Home Puisi Bermimpi Jadi Pecinta Burung Besi

Bermimpi Jadi Pecinta Burung Besi

80

Oleh : Emanuel Muyapa

Radiasi mentari melemparkan cahayanya
di celah-celah rumah ku
aku di kagetkan dengan cahaya mentari itu
dan suara burung yang berkerimun
di sekitar halaman rumahku akhirnya
aku terbangun dari tempat peristrahatanku
Aku di pandang ke sudut bandara Mozes Kilangi Timika
Ternyata…….
bukan aku saja di bangunkan oleh sang Mentari
namun sang burung besi pun
dibangunkan oleh sang mentari.

Di pagi hari sang mentari pun menjemput kau
dan sendi-sendi landasan sedang berteguh kokoh
agar kau lepas landas
Namun dari suatu landasan bandara dengan tepat waktu
Perasaan aku tidak bisa menyentuh kau
karena aku tahu kau adalah burung besi
karena dia yang terbang di jahu dari permukaan bumi.

Namun di suatu hari aku terbayang dalam batinku
kau adalah temanku yang beri suatu impian buat aku
sebab aku juga ingin mengibaratkan awan-awan
entah sebagai jaket perjuangan
dan langit sebagai payung perjalananku….!!

Bukan kepada siapa-siapa aku lontarkan
ini semua aku lontaran pada hai burung besi
dan bukalah hati agar aku bisa menyentuh kau
meski jarak dan waktu dapat memisahkan kita.

Akupun pengin jadi sahabat terdekat
bahkan jadi jantung kau
tetapi aku pun tahu
kalau hujan tidak pernah datang
tanpa indikasi dan prosesnya.

Mungkin kau sedang tunggu seberapa rintangan
dan tantangan yang aku harus lalui
biarlah kau tetap konsisten untuk aku
bahkan pada suatu bagian dari wadah kehidupan ku
Aku pasti menyentuh kau di suatu hari nanti
kau pun jangan berikan kesempatanku kepada orang lain.

_____________________________________
Penulis Puisi adalah salah satu siswa
SMK Penerbangan Petra Timika