Home Meepago Begini Kotbah Pastor Selpius Goo. Pr Dalam Ibadah Tutup Tahun 2019 di...

Begini Kotbah Pastor Selpius Goo. Pr Dalam Ibadah Tutup Tahun 2019 di Paroki KR Nabire

250

Nabire, jelatanp.com – Ibadah tutup tahun 2019 yang dirayakan oleh seluruh umat Nasrani di seluruh dunia, salah satunya juga dirayakan oleh umat Nasrani di Paroki Kristus Raja Nabire Papua.

Perayaan ibadah tutup tahun 2019 tersebut dimulai sekira Pukul 19:00 WIT sampai selesai pukul 21:30 dini hari.

Dalam kotbah Pastor Paroki Kristus Raja, Pastor Selpius Goo, Pr mengatakan, “Seorang anak yang dilahirkan oleh Santa perawan Maria untuk kita, seorang putra yang tunggal itu dianugerahkan kepada kita.

Sementara kita diberi waktu oleh Tuhan, sementara kita diberi Rahmat yang lebih tinggi dari Tuhan, katakan, Tuhan Terima Kasih! Engkau masih memberikan Nafas kehidupan kepada Kami.

Maka itu, bapak ibu saudara-saudari yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus, mari kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, sambil merenungkan pengalaman hidup kita. Sebab Ia telah memberikan napasNya bagi kita.

Maka itu, dipenghujung tahun 2019 ini, marilah kita mengoreksi diri kita masing-masing, dan mengakui semua perbuatan kita, agar Allah menganugerahkan pengampunan dosa kita, meminta Allah menyinari kita dengan cahayaNya agar Cahaya kasihNya selalu menyertai kita.

Sekarang kita sudah sampai pada penghujung Tahun 2019, selama tahun 2019 itu kita sudah lalui suka dan duka, tangis dan tawa, gagal dan sukses. Hal itu kita sudah lalui di dalam Keluarga maupun di Komunitas bahkan di Paroki kita.

Yang patut kita syukuri adalah, banyak hal buruk yang kita lakukan dalam ikatan keluarga kita, dalam Paroki kita dan Komunitas kita lainnya, tetapi Allah maha pengampun mengampuni dosa yang kita perbuat dengan kasih setiaNya.

Kita juga menaikan rasa syukur kita kepada Tuhan Allah atas kita diberi waktu untuk bertobat, saling mengampuni, saling jujur sesama keluarga, Kombas juga dalam komunitas.

Membiasakan hidup sesuai dengan keinginan Allah selagi kita masih diberi waktu. Waktunya saling memaafkan, meninggalkan kebiasaan buruk kita yang lama.

Jika keluarga kita masih belum damai, yang perlu kita perbaiki adalah, kita saling memaafkan, jangan sampai kita terlambat untuk saling memaafkan sesama, karena hidup ini adalah misteri.

Atas Nama Pastor Paroki Kristus Raja KPR Nabire Papua, saya berharap agar kembali dari sini (Gereja) kembali ke keluarga saling memaafkan agar jiwa kita benar-benar menjadi milik Allah sendiri.

(Jelata News Papua/Aleks)