Home Artikel/Opini Antara ancaman dan keselamatan

Antara ancaman dan keselamatan

42

Kalau nabire sudah positif covid 16 orang. Pastinya, timika sudah puluhan bahkan ratusan positif covid melonjak drastis. Bagimana dengan 5 daerah sekitarnya.Bila Nabire dan timika sudah ada kasus covid berarti  paniai, deiyai, dogiyai, antara dua pilahan yaitu ancaman dan selamat dari covid. Karena pintu malapetaka bagi mepago sudah dibukakan secara segaja oleh manusia manusia yang otak dan jiwanya dipenuhi oleh nafsu birahi akan kekuasaan dan kekayaan. Semoga Tuhan menjaga sisa dari yang tersisa ini.

Yang sangat sayangkan. Walaupun Nabire dan timika terjangkrit covid. Demi materialisti, Jalan lintas Nabire paniai, dan timika paniai, diberi peluang untuk terus beroperasi untuk pengangkutan sembako. Padahal menurut para peniliti katakan bahwa, virus tersebut bisa menempel dimana mana, termasuk sembako dengan massa hidup virus yang tertempel selama 24 jam. Berarti sangat mustahil terhadap barang sembako yang bawa  naik kedaerah pedalaman, karena tentunya para tenaga medis diposko satgas covid kilo 100 dan beberapa titik lainya, tidak mungkin lakukan pemeriksaan suhu terhadap sembako. Maka situlah, letak kecolowongan kita dalam hal pencegahan terhadap covid . Jika terlambat locdown total, Virus yang tertempel tanpa dicegah apapun, akan lolos masuk sendirinya diwilayah kegata sampai makataka.

Terlepas dari perjalanan gelap dan ilegal oleh masyarakat, Para penguasa paniai yang notabenenya adalah pembuat kebijkan dan keputusan, dengan sengaja melakukan pelanggaran yang fatal atas keputusan bersama. Padahal gubernur bersama para bupati yang bersangkutan telah putuskan soal larangan berpergian dari satu kabupaten ke kabupaten lain, malahan mengajak rakyat puluhan bahkan ratusan, melakukan perjalanan nabire menuju paniai padahal kota yang mereka berdomisili sebelumnya punya kasus pasitif covid.

Hal yang sama, walaupun masa lockdown wilayah prov papua belum cabut, kerap kali dilakukan oleh penguasa timika dengan memberi izin kepada pesawat garuda indonesia dengan tujuan membawa ratusan penumpang dari daerah terpapar covid. Padahal mimika urutan teratas kasus positif covid dipapua.

Logikanya adalah bila mau ajak rakyat masuk kedaerahnya? Kenapa tidak dari dahulu sebelum lockdown wilayah dan sebelum ada kasus covid 19, lalu boyong rakyatnya masuk didaerah asalnya. Jika demikian, Ada apa dibalik semuanya ini? Apakah itu terjadi demi meloloskan operasi kapitalis agar terus berlanjut? Ataukah ada tekanan tekanan tertentu dari jakarta, demi terus melestarikan lajunya investasi dipapua.

Sangat disayangkan negara yang anti kemanusiaan, tentunya akan mengesampingkan jiwa humanisme. Sebagai upaya perwujudan dari terminologi ” NKRI Harga Mati” artinya walaupun terjadi relung tragedi kemanusian, yang penting Pancasila,NKRI dan Kepentingan kapitalis, dan imprealismenya, tetap kokoh, terpelihara dan beroperasi sebagaimana mestinya. Contoh konkritnya, ditengah pendemi covid Pihak PT Freport teruslah memaksakan para karyawan untuk bekerja. Walaupun sudah temuan kasus positif covid, teruslah mereka dipaksakan kerja demi mempertebal rekening dan pemodalnya.

Para otak kapitalistik dan materialistik tidak perna ada yang namanya kemanusiaan. Manusia hanya dijadikan sebagai objeknya demi mengumpulkan harta dan benda. Sayang sekali hingga hari ini, para budak freport Nyawanya ada diujung jari, Namu para pemodal dipandang sebela mata. Mereka mengaduh untuk harus dipulangkan, namun itupun hanya diabaikan saja. Berarti sudah terbukti anda dibudak, mari kita bersatu ambil langkah alternatif dan serukan tutup freport dari papua.

Hasil dari semua pergerakan ilusi dan retorika penguasa. Megapo yang  wilayahnya beriklim dingin sudah ada dalam ancaman. Karena,menurut para peniliti bahwa, daerah dingin itu bertahan lama diudara, ditubuh manusia, bahkan dimana saja. Kita simak Contoh kasus, Soal corona Amerika dan italia hingga kini menduduki peringkat 1 dan 2, kedua negara tersebut, bicara soal kecangian alat alat kesehatan terkemuka didunia hari ini, lagi pula bicara soal tenaga medis termasuk negara terbaik , Soal ketertibaan prilaku hidup sehat dan soal menjaga kebersihan lingkungan terbaik pula.Tapi, hanya karena termasuk negara yang suhu udaranya iklim dingin maka, relung tragedy kemanusiaan sedang melanda atas kedua negara tersebut.

Apalagi kita dipapua dipengunungan tengah mepago sangat disanyangkan. Karena, daerah yang sangat berpotensial sekali covid19 bertahan lama, lalu gampang sekali tertularnya kepada lingkungan sekitarnya. Sangatlah berbahaya bagi kita yang riwayat kesehatanya tidak terlalu baik, apalagi daerah yang alat kesehatannya sangat prihatinkan, lagi pula tenaga dokter juga sangat minim. Apakah dengan posisi kita seperti itu? kita berantas mata rantai covid dari mepago?.

Apalagi jikalau kita bicara soal kehidupan bermasyarakat dan berbudaya, jiwa sosialnya sangat tinggi, saling sapaan kipo moti, gane moti, owapa akato, tawa nipo akamene,owaa watiya yimu tedou, uwo tebumai, kagaba makita kidito makigo, hal hal semacam itu hingga kini sebagai kebiasaan turun temurun masih terus hidup bersama dikalangan kita. Apakah dengan kondisi kita seperti itu bisa berantas covid? Karena, detik ini diutara, selatan, barat, timur meuwo dikeroyok oleh covid. Siapa yang bertanggung jawab? Bila pemerintah sudah gagal total. Apakah kita terus mengaduh ke pemerintah yang gagal? Ancaman covid sudah menghantui kita, sebelum terjadi relung tragedi kemanusiaan. Maka, kita harus melakukan berbagai antisipatif sebagai upaya pencegahan. Sebab itu, mari memulai dari pribadi kita masing masing, sambil meminimalisir diri kita, keluarga kita, suku kita, dan bangsa kita dari bahaya covid, clonialisme & kapitalisme.

Mari kita bersatu padu ambil alih kedaulatan hidup, kembali ke sumber hidup kita sesunguhnya (pangan lokal) berkebun dan bertani, karena dari situlah akan terpancar kehidupan yang sesungguhnya. Pemerintah hanyalah sementara, para penguasa hanyalah boneka titipan jakarta dipapua. Karena, Perspektif clonial terhadap kita seperti ikan puri yang ada dalam AQuarium, tingal tunggu waktu, entah anda siapapun kapan kita dibunuh. Sebeb itu marilah kita ramai ramai menolak segala macam rayuan rayuan kemanisan penjajah, dan berkata tidak kepada semua ajakan dan bisikan tipu muslihat para penguasa. Mari kita ramai ramai mulai sekarang kembali ke pangan local, sebagai kedaulatan hidup kita yang sesunguhnya. Untuk memutus mata rantai covid, clonialisme dan kapitalisme adalah melalui “Referendum” Oleh sebab itu, Mari kita ramai ramai bergotong royong tentukan nasib hidup kita hari esok.

Rakyat Pejuang-pejuang rakyat

Fokus Pangan Lokal Menuju-MSN

Penulis adalah salah satu Aktivis KNPB